Tuesday, 6 September 2016

Happy Family


Alhamdulillah, akhirnya saya kesampaian lagi bikin bento karakter keluarga sendiri. Awalnya, setelah melayani orderan bento untuk ulang tahun William kemarin, masih tersisa beberapa lembar sheet yang sayang kalau dimakan begitu saja. Mumpung aura semangat ngebento masih ada, saya lanjut membuat sketsa dan langsung mengeksekusi gambarnya dihari berikutnya.

Wednesday, 31 August 2016

The Most Simple Bento Ever!


Morning...

Tadi pagi saya mencoba egg master hadiah dari Pak Suami yang sudah sekian lama mejeng di rak dapur dan tidak pernah diuji coba. Pak Suami membeli alat itu karena tergiur mudahnya membuat telur gulung tanpa ribet seperti yang biasa saya lakukan. Jujur saja saya males, karena terkadang apa yang diiklankan tidak semudah saat pelaksanaan. Tapi semalam saya mengintip YouTube tentang cara penggunaan egg master ini. Agak tergoda juga yah. Makanya pagi ini langsung saya eksekusi.

Benar saja, saat saya menggunakan dua telur sesuai instruksi, hasilnya meleber kemana-mana. Bukan telur gulung yang dihasilkan, tapi ga telur kisut yang lebih mirip orak arik saat saya tarik menggunakan tusuk kayunya. Percobaan yang kedua, hasil orak arik tadi saya gabung lagi dengan kocokan telur baru, baru dapat hasil sesuai yang diinginkan. Gembira dengan hasil kedua, saya kembali mencoba sesuai instruksi tapi dengan menggunakan 1 butir telur saja. Eyalah, lagi-lagi telurnya kempes dan kisut. Di stop saja sampai percobaan ketiga karena hasilnya sudah cukup untuk 3 porsi bekal untuk Khalila, Kamila dan Pak Suami.

Setelah urusan uji coba egg master selesai, saya membuat mie goreng saja. Kebetulan ada keripik pangsit kecil-kecil yang sudah siap di dalam toples dan sangat cocok jika dijadikan pendamping mie goreng. Melihat hasil telur percobaan kedua yang cakep, kok jadi sayang yah kalau bekalnya tidak dibuat bento. Akhirnya terciptalah bento sederhana ini. Telur gulung saya potong menjadi 4, dikasih mata dan topi daun selada. Bener-bener simple. Sssst bento yang difoto ini porsi untuk pak suami. Semuanya ngepink dan ada lovenya. Semoga makin semangat kerjanya yah, Bi!

Happy bentoing!

Tuesday, 30 August 2016

Ikutan Workshop Basic Bento Yuk!



Hai hai...
Tanggal 24 September 2016 nanti, insya Allah Khalittle Bento dan MnO akan mengadakan Workshop Basic Bento di kedai Ranjang 69 Kelapa Dua Depok. Materinya lumayan banyak nih. Selain berisi 3 materi untuk membuat bento burger, nasi dan mie, ada juga tambahan materi belajar bagaimana membuat foto bentonya menjadi eye catching hingga lebih menarik saat dipamerin di socmed atau sekedar untuk dokumentasi pribadi.

Acaranya hari Sabtu, insya Allah kalau semua peserta workshop datang tepat waktu, bisa dimulai tepat pada jam 10.00 wib. Untuk itu, buat teman-teman yang bersedia ikut, mohon dengan sangat datang tepat waktu yah!

Run down acara workshopnya saya mulai dengan materi pertama, yaitu bagaimana membuat bento dengan bahan dasar burger porsi lengkap. Kemungkinan besar dari gambar yang sudah saya sketsa di buku materi, bento yang akan kita buat nanti adalah bento burger dengan salah satu karakter kartun yang hits sepanjang masa sejak kemunculannya dulu. Penasaran? Maaf yah gak saya bocorkan disini. Soalnya saya suka banget saat workshop nanti, melihat wajah para peserta yang menduga-duga kira-kira bentuk lucu apa yang akan dibuat.

Materi kedua adalah membuat 1 pack bento berbahan dasar mie, plus tambahan bahan utama lain seperti telur puyuh dan aneka sayuran kukus. Nanti diajarkan bagaimana membuat aneka binatang imut dan lucu yang jadi bentuk utama di dalam 1 pack bento mie nanti. Disini butuh kesabaran ekstra ya teman-teman, secara kita akan berhubungan dengan bahan yang imut-imut juga. Pertajam mata jangan sampai siwer yah. Hehehehe

Materi ketiga, bisa dikatakan materi yang paling padat. 1 pack bento nasi lengkap dengan lauk Pauk dan sayur bahkan buah. Untuk itulah waktu yang dibutuhkan di materi ketiga ini lebih lama. Siapkan stamina, karena nanti kita semua akan duduk dan menunduk lebih lama. Are you ready?

Selama workshop nanti, semua bahan untuk membuat bento sudah disediakan oleh kami dan hasilnya pun bisa dibawa pulang.  Pasti bangga deh begitu hasilnya dipamerin ke anak, teman atau saudara dan menuai testimoni "Wah, lucunya!" Hasil kreatifitas tangan sendiri. Lalu dijawab sama teman-teman"Gampang kok bikinnya!". Gimana gak gampang, karena nanti kita menggunakan alat yang sederhana tanpa perlu menggunakan bento tools yang harganya aduhai mahal.

Nah bonus materi di workshop kali ini adalah bagaimana kita memfoto bento yang sudah kita buat tadi menjadi dokumentasi yang cantik meski dengan menggunakan kamera dari smartphone teman-teman semua. Nanti kita sama-sama belajar basic memfoto seperti framing dan lighting. Saya siapkan sedikitnya 2 booth mini untuk nanti kita jadikan studio foto bentonya yah. Saya curiga disesi ini kayanya bakalan lama, secara buibu atau perempuan, setiap take foto maunya dapet hasil maksimal dan bisa berulang-ulang. Kebayangkan gimana serunya workshop kita nanti.

Kalau workshop berjalan lancar, kemungkinan kita akan selesai di jam 14.00wib. itu sudah termasuk break sholat zhuhur dan makan siang gratis yang akan disediakan oleh Kedai Ramen Jangar 69. Kapan lagi belajar bikin bento, ketemu temen baru sambil makan ramen dan minum mojito ditempat yang enak buat kongkow kalau bukan sekarang.

Daftarnya kemana nih? Langsung hubungi MnO aja yah di no whats app 085319012123 a.n MutiRelegi. Denger-denger sih pendaftaran akan ditutup tanggal 3 September 2016 nanti. Tergantung seats karena tempatnya terbatas. Yuk yang mau belajar basic bento, segera daftar yah dan see u there...

Happy bentoing!

Friday, 26 August 2016

Happy 5th Birthday William



Kali ini, pesanan bento datang dari Mona, teman sekelas saya saat SMA, untuk ulang tahun anaknya, William, yang ke-5. Tumben banget, tanpa berpikir panjang saya langsung mengiyakan. Artinya, baru kali ini saya bersedia untuk melayani bento tepat di hari ulang tahunnya, 25 Mei 2016. Pasalnya, terakhir terima orderan itu kan di bulan Mei lalu. Nyaris 3 bulan dan saya kangen untuk menikmati adrenalin naik turun mengerjakan orderan bento lagi.

Awalnya Mona order untuk 30 pack bento untuk teman sekelas Will. Dan seperti biasa, ujung-ujungnya jadi bertambah orderannya. Hingga akhirnya, 45 pack bento yang dipesan termasuk untuk para guru di sekolah Will. Dan taraaaaaam, ternyata ultahnya diundur 1 hari karena menanti kepulangan Papanya Will. Lagi-lagi bento ini tidak jadi diorder tepat di hari ulang tahunnya. Kali ini bukan karena saya lho yah. Tapi karena Mona. Hehehe


Untuk bentonya, Mona meminta saya untuk membuat bento karakter Nemo atau Dory. Bisa saja sih, cuma saya bilang sama Mona, bagaimana kalau bentonya berbentuk Will sendiri seperti orderan yang pernah saya layani sebelumnya. Saya lebih senang membuat bento dengan gambar anak yang ultah, biar ada ciri khasnya. Akhirnya Mona setuju. H-3 saya mulai membuat sketsa untuk Will.  Dari foto Will yang dikirimkan oleh mona, detail utama yang  saya lihat Will itu memiliki rambut cepak. Jadilah saya membuat gambarnya anak lelaki  berambut cepak. Mona kekeuh kalau rambut Will bukan cepak, hanya pendek dengan tekstur tajam. Baru kali ini saya sampai membuat 3 gambar untuk menunjukkan kepada si pemesan. Biasanya selalu jadi rahasia, hingga saat melihat hasil akhir bento dalam lunch box mereka surprise. Untuk Mona bolehlah nego gambar yah Mon. Akhirnya Mona memilih gambar terakhir. Anak laki-laki berambut pendek sedikit tajam. Piss Mon!

Memang sulit rasanya membuat orderan bento tanpa harus begadang. Pasti begadang dan kalau lagi beruntung bisa tidur max 3 jam. Membuat dadaran untuk sheet bentonya aja butuh waktu hingga 4 jam. Belum cutting dan mendetail ekspresi wajahnya jadi bagian yang paling butuh kesabaran extra. Gak bisa disambil euy. Makanya saya lagi merayu Mina untuk ikut workshop bento saya nanti di bulan September, biar dia bisa membuat bento sendiri untuk ultah Will selanjutnya sekaligus bisa merasakan gimana rasanya bikin bento porsi banyak.



Untuk bahan freshnya berupa nasi dan lauk pauk, mulai dimasak jam 3 dini hari. Semuanya ready untuk ditata kedalam lunchbox sekitar jam 6 pagi dengan kondisi tahu sudah dihias menjadi burger, sheet bento bergambar juga sudah jadi. Butuh sekitar 2 jam untuk menatanya ke dalam bento box. Lama yah? Pastinya. Ditambah saya harus menunggu semua nasi dan lauk pauknya dalam keadaan benar2 dingin, baru bento boxnya ditutup. Tidak mungkin menutup bentoboxnya dalam keadaan msh hangat. Efeknya akan berembun dan basah menghancurkan hiasan bento. Jadi jelas yah kenapa bento itu makanan dingin dan saya hanya menyediakan 3 varian nasi untuk diorder. Yaitu nasi uduk, nasi kuning dan nasi goreng. Ketiga nasi tersebut masih enak jika kita santap dalam keadaan dingin dibandingkan dengan nasi putih.



Taram, akhirnya jam 8 kurang, Mona tiba untuk mengambil bentonya. Pakai drama salah jalan juga sih, maklum setiap pagi daerah Condet luar biasa macet. Kalau tidak karena orderan bento, rasanya sulit sekali untuk kami bertemu. Terima kasih yah Mon, sudah berkenan order bento untuk Will. Semoga berkenan.

Happy Birthday Bambang William ganteng. Semoga tumbuh sehat sempurna, menjadi anak pintar dan berbakti kepada kedua orang tua. Aamiin yra.


Sunday, 7 August 2016

Basah-basahan di RANJANG 69



Untuk kesekian kalinya saya kembali mengunjungi kedai Ramen Jangar (Ranjang) 69. Tempat makan ramen dengan level kepedasan yang berbeda ini terletak di jalan Komjen Pol. M. Jasin (Akses UI) Kelapa Dua Depok. Lokasi yang cukup strategis berdekatan dengan Kampus H Universitas Gunadarma, menjadikan kedai Ranjang 69 menjadi salah satu tempat favorit mahasiswa untuk makan siang atau sekedar kongkow bersama teman.


Saya sungguh sangat menikmati suasana kedai ini. Spot favorit saya berada di lantai dua yang nyaman. Furniturnya cozy berkayu. Interior dinding sisi sebelah kanan dicat hitam bertuliskan "Ramen, the most important menu of the day". Pada bagian tengah dibentangkan kawat pemisah dengan aneka pigura bertuliskan "ramen" untuk memberi kesan berbeda. Pada sisi sebelah kiri, Dinding dicat dengan warna abu-abu menggunakan cat asturo.


Bagian dinding sebelah kiri ini yang sangat saya suka. Cat asturo memberikan tekstur dinding menjadi seolah berpasir. Sangat kontras dengan pigura hitam bertema "mie ramen". Dan dinding tersebut juga diberi gambar tiang, kabel listrik menjuntai dengan bangunan bertingkat berwana hitam. Dinding ini juga yang saya pakai sebagai backgroundnya untuk menjepret semua makanan yang saya order untuk kemudian diposting ke blog.  Secara keseluruhan, semua spot di kedai ini bisa menjadi background yang bagus untuk berfoto.


Sekarang kita lanjut untuk mereview makanannya yah. Kalau pada kunjungan sebelumnya, saya selalu order aneka milkshake (ml). Milkshake oreo dan Nut (sekarang sudah tak ada lagi dalam menu) yang paling sering saya pilih. Tapi kali ini saya lebih memilih Mojito. Minuman dingin bersoda dengan tambahan air gula, keprekan sereh dan irisan jeruk nipis dan lemon. Mojito bisa dikatakan menu baru, karena saat saya berkunjung ke kedai ranjang 69 sebelumnya, minuman ini belum ada di daftar menu. Ada 3 varian rasa untuk mojito; virgin, green dan red. Karena penasaran, akhirnya kami memesan 2 mojito sekaligus.


Ini adalah mojito virgin. Tanpa tambahan rasa pada air gulanya. Sedangkan untuk mojito green dan red, masing-masih ada tambahan rasa sirop melon dan stroberi. Untuk sensasi yang lebih segar, sebaiknya order mojito virgin. Untuk yang menyukai rasa sensasi yang lebih manis, silahkan order mojito green atau red yah Kawans.


Mojito dihargai cukup murah. Hanya Rp. 10.000,- saja untuk semua varians rasa. Menurut saya, mojito sangat cocok untuk menemani kita menikmati ramen yang cukup pedas. Rasanya lebih ringan dibanding milkshake yang biasa saya pesan.


Ini adalah Ice Capuccino. Minuman dingin ini biasanya jadi minuman favorit Pak Suami yang pecinta kopi. Kalau saya lebih memilih susu dari pada kopi. Makanya saya lebih memilih milkshake dibanding capuccino ataupun sejenisnya. Minuman ini terlalu berat buat saya yang sangat sensitif terhadap kafein. Tapi ada satu minuman baru berbahan kopi dan hangat yang kali ini membuat saya penasaran. Coba tebak!


Ini dia, Creamy Brule. Penampilannya cantik banget dengan 3 layer yang menggoda. Layer paling bawah adalah kopi, lalu coklat dan susu atau krim. Toppingnya adalah taburan gula yang disemprot dengan api sehingga menghasilkan karamel yang eksotis. Menikmati Creamy Brule harus diseruput sedikit demi sedikit. Saya seruput bagian atas, kecap dan rasakan creamynya. Sebelum kemudian saya aduk perlahan hingga semua layer tercampur rata. Hiyaaaaah, suka! Tapi, kopi banget! 


Aha, ini dia menu utama sekaligus yang menjadi bintang di kedai ramen. Mie ramen dengan 5 level kepedasan yang pastinya membuat kita basah-basahan alias keringetan. Saya pernah mencoba semua level. Tapi level yang paling pas buat saya ada di level 2. Level yang lumayan pedas dan saya masih bisa mendapatkan nikmatnya makan mie ramen di mulut dan lidah. Level 1 masih kurang tantangan. Saat mencoba level 3, saya sudah tidak menikmati rasanya mie ramen. Rasa pedasnya cukup mengganggu dan berubah menjadi pahit di lidah saya.

Iseng-iseng saat ada teman yang order level 5, saya sempat mencicipi dan langsung minum segelas milkshake. Lidah terbakar dan gak ada lagi kenikmatan rasa karena syaraf perasa seluruh lidah seakan mati disuapan pertama. Buat saya, level 5 itu adalah tingkat kepedasan untuk lucu-lucuan seandainya mau menantang seseorang yang mengaku rajanya makanan pedas. Siapa berani order ramen di level 5? Saya bersedia mentraktirnya.


Kari adalah varian rasa ramen yang saya suka. Aroma dan rasa rempah dari bumbu kari bisa kita dapatkan pada seporsi ramen ini. Untuk penyuka rasa gurih, silahkan pesan ramen Miso yah. Miso adalah favorit anak-anak saya dengan kepedasan level 0 pastinya. Untuk penikmat rasa yang sedikit manis, bisa pesan ramen Soyu. Ramen tak selamanya berkuah. Untuk ramen kering dan manis seperti mie goreng, silahkan memilih Kuroi Soba. Harga semangkuk ramen Rp. 13.500,-/porsi. Jika mau menikmati ramen semangkuk berdua, ada menu Seranjang ramen dengan harga yang lebih murah. Hanya Rp. 31.000,- saja.

Ternyata level kepedasan juga bisa fleksibel yah. Kalau kamu termasuk orang yang takut makanan pedas tapi tetap pingin menikmati ramen dengan rasa sedikit pedas, silahkan bilang pada waiter untuk meminta level 1/2, bahkan level 1/4 juga boleh.


Kurang lengkap kalau kita tidak memesan makanan pendamping seperti Okonomiyaki ini. Tampilan Okonomiyaki seperti pizza. Kalau tidak salah bahan dasarnya terbuat dari telur dadar yang bertaburkan topping sliced ikan kering. Rasanya tasty! Tetap ditawarkan dengan level kepedasan sesuai selera. Adapula menu Banci. Banci agak sulit digambarkan seperti apa. Kalau penasaran, silahkan order dan rasakan sendiri yah.

Berhubung menu yang sudah saya order sangat mengenyangkan, saya tidak order Banci kali ini. Harga Banci Rp. 16.500,- /porsi. Menu Racek alias ceker dan Katsu juga ada. Katsu biasanya diorder untuk anak-anak. Semua harga sama, yaitu Rp.16.500,-/porsi.


Hampir saja si Puyunghay tertinggal untuk diposting. Puyunghay  juga salah satu menu utama. Disajikan dengan nasi putih dan dilengkapi salad mayonaise. Rasa saus asam manisnya pada puyunghay sangat pas. Taburan wijen menambah tekstur khusus, krinyus saat kita mengunyah Puyunghay dalam mulut. Tingkat kematangan puyunghaynya juga pas. Enak! Porsinya juga pas, cukup mengenyangkan. Pokoknya semuanya pas!


Bukan main kenyangnya, kalau kamu berani memakan semangkuk ramen, seporsi Okonomiyaki, sepiring Puyunghay dan segelas Creamy Brule seperti penampakan foto diatas sendirian. Dijamin kamu gak akan sanggup memasukan semuanya ke dalam perut. Karena semua porsi diatas sangat cukup dinikmati untuk 3 orang dewasa dengan harga keseluruhan bill kurang dari Rp. 100.000,- Murah, bukan?


Memasuki tahun keempat, kedai Ranjang 69 sudah memiliki 11 cabang yang tersebar di Depok, Garut, Purwakarta, Pandeglang, Sumedang, Tangerang, Karawang, Bekasi dan Cimahi.  Insya Allah, mohon doanya akan hadir kedai Ranjang 69 di kota lainnya nanti. So, temukan kedai Ranjang 69 terdekat di kota tersebut dan nikmati sensasi basah-basahan disana yah!



*Basah-basahan : bersimbah keringat karena kepedesan :)

Tuesday, 21 June 2016

Happy Milad Aira Cantik


"Kapanpun lu siap, gue order yah, Fit!"
Kalimat itulah yang paling sering diucapkan teman-teman pada saat saya menolak order bento pack ultah untuk anak mereka. Dan biasanya, saya langsung merasa bersalah karena tidak bisa membantu mereka karena keterbatasan waktu dan tenaga saya untuk mengerjakan orderan yang diminta. Selanjutnya, saya akan mencari waktu yang pas dimana saya siap, dan menginformasikan ke mereka. Walaupun tetap perdebatan tanggal berlangsung alot yang ujungnya pasrah lagi, menunggu kesiapan saya.

Sampai ada teman yang bercanda kepada saya, bilang baru kali ini ada orang yang menolak saat orderan datang. itu sama saja  diartikan menolak rezeki. Maafkan saya temans, saya ingin melakukan semuanya dengan hati senang. Jika dirasa waktunya tidak tepat dan saya merasa orderan itu menjadi beban, apa salah jika saya tolak. Permasalahan saya masih seputar kesulitan untuk pengkondisian seisi rumah saat saya mengerjakan orderan bento yang pasti menyita perhatian dan waktu yang bisa membuat anak-anak dikesampingkan. Sedangkan prioritas saya masih ke mereka.  Alhamdulillah, akhirnya mereka mengerti kondisi ini, dan lagi-lagi menunggu saya siap, barulah mereka order.


Salah satunya adalah Lizty, sahabat saya saat kuliah di Bandung ini. Aira, anaknya yang pertama berencana ingin membagikan goodie bag untuk teman-teman disekolah sebagai syukuran usianya yang ke 6. Tidak ada acara khusus, hanya ingin memberikan goodiebag dan salah satunya bento pack. Lizty meminta saya membuat bentonya di bulan April. Kondisi saya di bulan April hingga Mei kemarin itu nyaris full agenda ke luar kota dari mulai Garut, Bandung, Bali, Yogya hingga ke Singapura. Sampai akhirnya deal lah kami di tanggal 13 Mei 2016, sepulang saya dari Yogya dan sebelum keberangkatan saya ke Singapura. Seperti biasa, diawal hanya minimum order saja, hingga akhirnya menjelang hari H bisa berjumlah dua kali lipat bento pack yang di pesan. Ada saja yang kurang. Kelupaanlah guru-gurunya yang belum masuk hitungan, lalu tetangga samping rumah karena acaranya di sekolah, jadi belum kehitung saat awal order, hingga merembet para sepupu yang tidak enak kalau tidak kebagian goodie bagnya nanti.  Rata-rata yang order semua begitu. Jadi saya juga sudah terbiasa menyiapkan bahan-bahannya hingga dua kali lipat.


Bento pack yang diminta oleh Lizty berisi spaghetti saus bolognaise. Saya berpikir agak lebih santai dibanding dengan bento nasi. Tapi ternyata prosesnya sama saja.  Alhamdulillah jumat jam 8 pagi, saya siap mengantarkan bento pack ini ke daerah Benhil. Sempat deg-degan, khawatir tidak terkejar waktu perjalanan karena kondisi macet yang luar biasa. Alhamdulillah injury time, jam 9.30 wib saya serah terimakan 40 bento pack itu ke Lizty.

Happy milad Aira, semoga selalu sehat panjang umur, jadi anak sholihah qurrotaa'yuun akhlaqul karimah dan membanggakan semua. Aamiin aamiin aamiin yra.

Friday, 3 June 2016

Cuttie Sheep



Pagi... Cuaca mendung menyambut aktifitas pagi ini. Baby Kahfi sudah on sejak adzan shubuh dan sekarang sudah kembali tertidur disaat saya mulai punya me time buat ngeblog dan memposting bento Kamila hari kemarin. Bekal Kak Khalila juga dengan bentuk yang sama. Jafi kemarin, saya membuat dua bento untuk mereka.

Kebetulan hari ini saya tidak membuat bento. Cuma memberikan bekal nasi putih dengan simple lauk bola-bola tahu seperti salah satu lauk pauk dalam bento diatas. Berhubung kemarin injury time, jadi penampakan bola-bola tahunya kurang bulat karena buru-buru diangkat dari penggorengan. Nah postingan hari ini kita bahas tentang cara membuat bola-bola tahu yang paling simple versi saya tanpa harus ngulek bumbu.

:: Bola-bola Tahu ala Ummu Trikey ::

Bahan :
- 3 buah tahu kuning/putih, hancurkan dengan garpu
- 1 butir telur, kocok lepas
- 40 gram tepung bumbu
- 1/2 ruas daun bawang, iris tipis

Cara membuat :
1. Aduk semua bahan dalam satu wadah hingga tercampur rata. --- Taste it, jika kurang asin, silahkan tambahkan sedikit garam dan merica bubuk jika perlu. Kalau saya dengan takaran diatas sudah cukup, kebetulan ukuran tahu kuningnya standar.
2. Simpan sebentar dalam freezer, hingga tekstur bisa dibulatkan berbentuk bola-bola kecil. --- ini saya skip, jadi cuma menggunakan dua sendok kecil untuk membulatkannya jadi tidak bisa bulat sempurna.
3. Goreng dengan minyak hingga terendam. Jika sudah matang, bola-bola tahu akan mengambang dan goreng hingga kuning keemasan.

Membuat bola-bola tahu ini tinggal disesuaikan dengan ukuran tahu yang digunakan yah. Saya mengunakan tahu kuning ukuran standar 3x3 cm. Semua prosesnya berdasarkan icip-icip rasa dan tekstur. Kalau teksturnya masih sangat susah untuk dibulatkan meski sudah di simpan dalam freezer sebentar, silahkan tambahkan tepung bumbunya/tahunya sedikit demi sedikit.


Happy cooking and bentoing!

Thursday, 2 June 2016

Little Puppy


Alhamdulillah, terlalui juga bulan-bulan tersibuk sepanjang sejarah. Saatnya saya menurunkan ritme wara-wiri dan kembali ke rutinitas sehari-hari. Salah satunya membuatkan bento untuk bekal Kamila ke sekolah.

Bento telur ceplok ini adalah bento Kamila hari rabu kemarin (1/6). Semenjak hari Senin, dia meminta saya untuk membuatkan bento untuk bekalnya. Berhubung hari senin dan selasa saya tidak sempat memasak apa-apa, jadi bekal dua hari sebelumnya hanya sereal beserta susu uht coklat dan mie goreng. Saat rabu saya membuatkan bento ini, Kamila langsung excited, "Akhirnya, bekal aku dibentoin lagi sama Ummi, makasih yah, Mi!"

Tuesday, 3 May 2016

BusyBee


Morning Tuesday, morning busy bee...

Hai hai, jumpa lagi dengan postingan simple bento yang saya buat tadi pagi. Bento versi lengkap dalam lunch boxnya Tukey, tidak sempat saya foto. Karena daun selada andalan sedang kosong stocknya, dan membuat tampilannya jadi kurang maksimal. Jadi penampakan bento yang jadi modelnya dipostingan ini adalah telor ceplok sisa untuk sarapan saya. Ditambah nasi uduk porsi lengkap pastinya. Hahahaha.

Thursday, 21 April 2016

Selamat Hari Kartini


Surat Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1901
“Kami disini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak wanita, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak wanita itu menjadi saingan laki-laki dalam hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya yang diserahkan alam (sunatullah) sendiri ke dalam tangannya : menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama”.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...