Saturday, 24 August 2013

Ceritaku dibalik BAKULAN KUE

Jumat, 23 Agustus 2013

Emma : Fit.. Mau pesen brownies almond nya dong, yg kyk kmrn legit2 itu. Tiba2 pengeeeen :)
Daku : Hαhαº°˚°ºHαhαº°˚°º boleeeh,, cm ngirimnya gmn yah?
Emma : Kirim via JNE jg okeh, gpplah ancur2 dikit mah
Emma : berapakah + no rek yah 


Begitu sampai di sekolah Kamila, daku membuka bbm dari Emma, langsung senyum-senyum sendiri membaca bbmnya, mengingat kemarin sore, daku berkutat dengan 8 loyang brownies suruhan nenek Tukey untuk acara lamaran sepupuku nanti. Dan tidak berapa lama kemudian, Mama Daffy langsung menarik tanganku untuk duduk sebentar didepan kelas.

"Mama Kamila, daku mau pesen dong brownies buat acara besok aqiqahan Nala, adiknya Daffy."

Lagi-lagi daku tersenyum. Sebenernya tersenyum sambil mikir. Melihat ekspresi daku, Mama Daffi jadi teringat sesuatu.

"Oya, saya lupa Mam, kalo mau order kedirimu kan ga bisa dadakan yah? Harus dari jauh-jauh hari. Tapi kira-kira bisa ga niy?"

Disusul bbm dari tiyas, teman satu angkatan di Danamon dulu.

Tiyas S Hamumpuni: Berapa min order ama harganya?
Tiyas S Hamumpuni: Ama harganya mba
Daku : Apaan yas?
Tiyas S Hamumpuni: Itu foto yg aku kirim
Daku : Ga masuk fotonya.
Tiyas S Hamumpuni: Foto Lunch box ultah gambar pirates
Tiyas S Hamumpuni: Min order brp mba
Daku : Dulu 20
Tiyas S Hamumpuni: Asik
Tiyas S Hamumpuni: aku siap2 buat hut sekar
Daku : kapan?
Tiyas S Hamumpuni: 28 okt
Tiyas S Hamumpuni: Oke ya
Daku : Brp box?
Tiyas S Hamumpuni: 50an mba

Tarik nafas panjang, kurang dari 1 jam daku mendapat 3 orderan dari 3 teman, bener yang Mama Daffy bilang, daku memang mewajibkan yang minta dibikinin brownies, muffin, cookies atau lunchbox ultah untuk booked dari jauh-jauh hari, karena harus mengeset waktu dan persiapan tenaga lahir batin buat mengerjakan orderannya. Atau begitu daku ingin membuat sesuatu yang agak banyak, baru daku info seandainya ada temans yang ingin order biar sekalian kubuatkan. Tapi untuk yang bersifat tiba-tiba, hemh...



Biasanya, kalau untuk brownies daku menerima order begitu sudah terkumpul minimal 12 loyang dan mood membuat brownies datang. Jika sudah sampai minimal order 12 loyang, namun mood membuatnya belum datang, yah dengan berat hati daku pending meski tambahan antrian orderan jadi makin panjang. Begitu mood datang, langsung dieksekusi meski harus berkloter-kloter (1 kloter 4 loyang) . Rekor sanggup mengerjakan 20 loyang sekali eksekusi selama 3,5jam. Kalau membayangkan omzetnya saat itu yah pasti mata langsung ijo atau 'lope-lope'.

Daku suka takjub dengan temans yang mampu bakulan kue atau catering harian. Bagaimana menjaga mood, waktu dan tenaga biar tetap sinkron sehingga bisa menerima order setiap harinya. Jujur saja, bukan ingin menolak rezeki atau apa, yang daku rasakan saat ini (entah nanti yah), daku senang untuk membuat makanan/kue untuk keluarga, kalau lagi semangat, sehari bisa bikin dua macam malah. Tapi belum bisa enjoy dan menikmati untuk membuat dalam porsi banyak untuk orderan. Apa lagi untuk lunchbox ultah yang memang menyita waktu dan tenaga membuatnya.



Apakah karena daku sering membandingkan hasil yang didapat dengan menerima order bakulan kue dengan hasil yang didapat dengan berjualan baju baby n kids lewat olshopnya Khalittle Shop? Mungkin sebagian besar iya, karena di Khalittle Shop, berjualan bisa disambil dengan kerjaan lain bahkan saat baringan ngelonin Kamila tetap bisa berjualan, pasang foto di group dan di profile picture, cetat cetut trackpad bb, transaksi, packing barang, kirim lewat ekspedisi, selesai. Sedangkan kalau bakulan kue atau makanan, tidak semudah itu, yang pasti akan menguras waktu dan tenaga. Imbasnya, lelah sekali setelah selesai bakulan kue, dan pada saat lelah, langsung deh membandingkan "pendapatan ini, setimpal dengan keuntungan kalau daku menjual berapa pcs pakaian baby n kids di Khalittle Shop, tanpa harus berlelah2 sesudahnya". Walaupun efek kepuasan hati yang didapat jauh lebih berasa di bakulan kue pada saat pembeli menyatakan kepuasannya begitu kue itu digigit, dibandingkan kepuasan pelanggan yang bilang bahan bajunya bagus dan dipakai adem.


Atau, karena daku belum pernah memakai asisten untuk membantu saat mengerjakan orderan sehingga lelah yang dirasa sangat membuat daku tidak enjoy? Pengalaman yang sudah-sudah, pada saat meminta bantuan platting lunchbox ultahnya Khalila kemarin, malah jadi menambah kerjaan tambahan buatku karena harus mengoreksi penempatan mie goreng sebagai rambut yang tampilannya jadi 'jenong' dahinya. Istilahnya, ini berhubungan dengan art, dan tidak semudah itu meminta bantuan dari orang lain untuk membantu. Kalau untuk brownies butuh asisten yang benar-benar mengerti feel mengaduk adonannya, dan muffin untuk penempatan jumlah adonannya dalam cup biar tidak meleber.

Daku sepakat dengan tetew, sangat menyenangkan jika punya hobi yang bisa menghasilkan. Dalam hal ini ngebakul makanan. Namun, apabila ternyata hobi ini sudah membuat kita tidak fun lagi karena keblenger terima orderan, back off! Hingga dapat soul dan memulai kembali. Disinilah yang daku bilang moodku datang dan pergi untuk ngebakul makanan.

Mimpiku suatu saat nanti, bisa bener-bener istiqomah, fokus, tekun dan fun menerima bakulan makanan orderan. Syukur-syukur bisa buka gerai makanan yang bisa produksi tanpa harus menunggu pesanan. Saat ini mungkin karena belum fokus dan istiqomah, masih membawa hal ini sebagai penyalur hobi dan belum menjadi lahan bisnis seutuhnya. Masih terus bereksperimen resep-resep hingga dapat taste yang layak jual.

Abinya Tukey, yang selalu siap mendorong dan memberi masukan padaku tentang ini. Awalnya berani menerima orderan karena keberhasilan chicken cordon bleu yang kubuat untuknya, dan dengan kedipan mata dia bilang ini taste terbaik chicken cordon bleu hasil eksperimenku dibanding sebelumnya. Dia jepret lewat kamera BB, lalu mensend ke group kantor dan memasang di profile picture "chicken cordon bleu, ready to order" lalu beberapa hari kemudian, daku sudah berkutat dengan 15 porsi chicken cordon bleu orderan teman kantor. Disusul orderan buibu sekolahan, sampai ada yang bersedia dine in di rumah, bahkan membawa pulang chicken cordon bleu dalam porsi mentah untuk disuguhkan sebagai makan malam suami tercinta.


 


Lanjut cookies-cookies toddler untuk temans yang anaknya suka ngemil, lanjut seorang teman yang memaksa dan bersedia menjadi 'korban' lunchbox ultah anaknya. *makasih Wiwit, dirimu selalu berani menjadi korban pertamaku! Lanjut orderan-orderan muffin, dan yang paling fenomenal si brownies, hingga lebih dari 100 loyang dalam waktu tidak berapa lama bisa terjual. Dengan kondisi mood-moodan pastinya.


Seorang teman bilang "mood-mood-an aja bisa menghasilkan segitu, bagaimana jika diseriusin tiap hari?". Itulah kawan, daku sedang berusaha melawan, menyiapkan hati, fisik dan tenaga buat tetap istiqomah. 20 loyang dalam jangka waktu 3,5 jam kemarin itu termasuk rekor terbaik sepanjang sejarah dan bisa dijadikan modal gambaran kedepannya untuk estimasi dan efisiensi waktu.

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Semangat!!!
*foto sebagian orderan yang sempat dijepret sebelum diangkut yang order ^^, lunchbox kalau ga pagi, yah nyubuh diangkutnya hihiihiiii itu pun selain muffin dan brownies, penampakan dijepret dari kamera BB. ^^

3 comments:

  1. Aduh Mba... enaknya banyak orderan...
    Saya udah nyiapin si "mood" postingan foto cake di fb dan ig juga Blog... orderan sepi... hiks. ..

    ReplyDelete
  2. Kalo dipikir2 enak banyak orderan. Tapi itu tadi, mood nya datang dan pergi. Pas banget sama aku. Lebaran kemaren terima orderan kue kering, ga tau nich lebaran ini terima apa ga. Soalnya sekarang lagi ga mood masak2. Mudah2an aja ntar mood nya datang lagi��

    ReplyDelete
  3. Kalo dipikir2 enak banyak orderan. Tapi itu tadi, mood nya datang dan pergi. Pas banget sama aku. Lebaran kemaren terima orderan kue kering, ga tau nich lebaran ini terima apa ga. Soalnya sekarang lagi ga mood masak2. Mudah2an aja ntar mood nya datang lagi��

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...