Friday, 30 August 2013

Newly Hatched Chicks Bento # 20


Jumat, 30 Agustus 2013

Membuat dua bekal yang berbeda dipagi ini menyita waktuku. Walaupun bekal yang biasa-biasa saja, tapi membuat kompor semua terpakai disaat yang bersamaan. Kak Khalila meminta bekal berat di hari jumat, padahal pulang sekolahpun lebih awal di jam 11.00 wib. Tidak seperti hari-hari biasanya pada jam 14.00 wib. Nasi goreng dan telur mata sapi yang diminta, Kamila langsung protes, dia tidak mau dibekali nasi goreng, maunya nasi putih dan anak ayam. "Anak ayam, dek?" dan Kamila langsung mengangguk.

Dirumah, sudah hampir sebulan kami mendapat hibah dari Eyang Kung sepasang Ayam Kate' dan Ayam  Ketawa  dan saat ini sedang mengerami  18 telur.  Penasaran dan tidak sabar kapan telur-telut itu menetas. Mungkin itu yang membuat Kamila ingin bekalnya hari ini meminta anak ayam saja. Perkara mudah sebenarnya, stok telur puyuh masih ada, hanya saja manajemen perkomporan yang harus diatur.

Akhirnya, kompor pertama dipakai untuk merebus air panas untuk mandi, sebelahnya panci berisi air untuk merebus wortel dan buncis. wortel buncis selesai, lanjut si telur puyuh.  Kompor satu lagi, dipergunakan daku untuk menceplok telor mata sapi, menggoreng chicken stick lanjut memasak nasi gorengnya. Semua itu dilakukan karena berkejaran waktu agar dalam jangka waktu 30 menit semua urusan kompor ini selesai, lalu berpindah ke kamar mandi (memandikan anak-anak) dan lanjut ke meja makan untuk mem-plating bekal mereka. Berhubung Kak Khalila masuk dan berangkat lebih awal bareng Abi, akhirnya bekal Khalila dulu yang dikerjakan. Hingga Kakak dan Abi pamit beragkat, daku masih tetap stay di meja makan, tidak ikut mengantar hingga depan pintu halaman.


Kamila lagi tidak mood buat dijepret sama bekalnya. Aih sombongnya si adek ga mau jadi model hari ini. Ya sudahlah, hari ini harus cepat berangkat lagi ke sekolah. Semoga tugas negara bisa selesai hari ini. Jeprat jepret kelas B1, lalu jajaran ibu guru dan staff sekolah. Sesampai daku disekolah dan menjeprat jepret, rasanya akan ada re-take foto lagi untuk Ibu guru dan staf. karena hasil yang didapat jauh dari yang daku harapkan. Waktu penjepretan dilakukan di aula sekolah, disaksikan murid-murid yang Subhanallah, semua bergerak minta ikutan mejeng buat di foto, sepertinya anak-anak ini tidak rela kalau ibu guru jadi model foto tanpa mereka. Jadilah hasilnya ada saja mata ibu guru yang tidak melihat ke kamera hiks hiks..

Setelah kejadian itu semua, daku mendapat berita bagus dari Mba Haya, hemh... apa berita bagusnya? jika terlaksana, nantikan postingan berikutnya. Aamiin Yaa Robbal"alaamiin.



No comments:

Post a comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...