Saturday, 14 February 2015

Happy Meal Time Baby Kahfi !





Happy meal time Baby Kahfi !

Tanggal 14 Januari 2015 kemarin, Kahfi tepat berusia 6 bulan. Saatnya memulai mpasi pertama. Ditengah banyaknya aliran mpasi yang berseliweran, akhirnya saya tetap memilih aliran seperti waktu Kak Kamila mpasi dulu yang diawali dengan buah-buahan.




Buah pertama yang saya berikan ke Kahfi adalah pisang. Cara pemberiannya cuma dikerok tok! Sehabis dikerok, langsung disuapin ke Kahfi. Dia Langsung pasang ekspresi aneh. Kayanya sih bingung pisang yang sudah dimulut mau diapain. Ngecap-ngecap beberapa kali selanjutnya sukses dikeluarin lagi dan ter'huek-huek' seperti mual ingin muntah.

Akhirnya pemberian pisang kedua saya parut dengan menggunakan parutan keju, lalu saya saring dengan saringan kawat. Ajaib, Kahfi mulai mengunyah dan refleks menelan dengan sukses. Seneng banget liatnya. Pisang langsung habis setengah. Pada pemberian ketiga dan seterusnya, pisang hanya saya parut tanpa disaring lagi. Semakin lancar jaya mengunyah dan menelan. Satu buah pisang dalam waktu 15-20 menit langsung ludes. Terlebih kalau kondisi Kahfi sangat lapar, rekor 5 menit langsung lenyap.

Setelah pemberian pisang beberapa kali, mulailah saya memadupadankan pisang ini dengan alpukat, pir kukus, dan melon biar tidak bosan. Paduan ini sangat membantu mengurangi sembelit yang biasanya timbul jika Kahfi mengkonsumsi pisang secara tunggal.


Buah kedua setelah pisang adalah buah naga merah. Saya merasa beruntung banget deh, di awal mpasi Kahfi, banyak buah musiman yang beredar di pasaran dengan harga terjangkau. Kaya buah naga merah ini, saya bisa mendapatkan harganya Rp.5.000,-/buah berukuran sedang. Rasanya pun manis dan sukses membuat Kahfi mangap-mangap setiap saya menyodorkan sendok makan ke mulutnya. Tangan saya pun dipegang supaya cepat-cepat menyuapi buah naga padahal dimulutnya masih sibuk mengunyah.

Buah naga ini cuma saya bejek-bejek dengan sendok dan saringan kawat. Setelah airnya tersaring dan sari-sari buah naganya lumat, saya aduk lagi beserta biji-biji hitamnya. Memang rada ngeri liatnya begitu disuapin dan belepotan disekitaran hidung, mulut dan pipi. Hingga Kak Khalila mengira Kahfi mimisan hidungnya berdarah. Hihihihihi.. Lama-lama belepotan hingga ke telinga, kepala, kaki dan tangan. Karena prosesi makannya diselingi dengan isep jempol tangan, gigit-gigit jempol kaki. Bener-bener horor. Bukan cuma maskeran, tapi ikut luluran sebadan-badan. Trus, jangan kaget melihat penampakan pipis dan pupnya setelah mengkonsumsi buah naga. Warna pipis lebih gelap dan pupnya juga menghitam.


Pepaya jadi pilihan buah ketiga buat mpasi Kahfi. Buah ini yang paling gampang diperoleh dan mudah banget pemberiannya. Bisa sampai 60 suapan pas saya iseng menghitung suapan pepaya ke mulut kahfi saat makan. Selain itu ekspresinya enjoy banget, makan pepayanya sambil tepuk tangan dan kaki nendang-nendang. Mungkin karena rasanya pas, ga terlalu ekstrim manisnya seperti pisang.


Mangga harum manis, buah keempat yang saya berikan ke Kahfi. Rasanya yang manis legit juga membuat Kahfi lancar jaya dipemberian pertama, kedua dan seterusnya. Pertama setengah buah, selanjutnya takjub juga sampai 1 buah mangga ukuran sedang dia bisa habiskan. Mangga saya blender dengan sedikit air hangat supaya bisa diproses, tanpa proses disaring lagi. Bener-bener bersyukur banget deh, diawal mpasi masih ketemu mangga yang musimnya hampir berakhir. Karena setelah 2 minggu kemudian, mangga benar-benar hilang dari pasaran.


Alpuket mentega juga pas lagi musimnya. jadi dapet alpuket legit enak, berdaging tebal, mulus tanpa serat-serat dan tidak getir seperti alpuket biasa. Saya kerok alpuket dan kemudian disaring pake saringan kawat tanpa diblender. Eh, tapi alpuket mentega sudah sedemikian enak, ternyata Kahfi cuma masuk 3-5 suap saja. Duh, PR banget deh jadinya. Pemberian kedua ketiga juga seperti itu. Kayanya karena kurang manis rasanya.

Akhirnya dipemberian keempat saya memberikan buah naga merah diujung sendok alpuket ini. Pertama dijilat dulu sama Kahfi, ooh manis rasanya dari buah naga merah dan langsung dia buka mulutnya lebar-lebar. Alhamdulillah, setengah alpuket sukses masuk perutnya. Selanjutnya saya mengakali setiap pemberian alpuket saya letakkan buah yang manis lainnya di ujung sendoknya, seperti pir dan pisang. Kadang 1 buah alpuket + setengah buah pisang lahap disantap, lain waktu 1 buah alpuket + setengah pir juga ludes.


Pir hijau jadi buah keenam buat mpasi Kahfi. Sebenernya pir xiangli juga gapapa. Cuma karena pir hijau ini juga lagi musim, sayang banget kalau saya tidak coba kasih ke Kahfi. Walaupun harganya masih terbilang mahal walaupun lagi musim, sekitaran Rp. 50.000,-an/kg, dan isi per kg-nya 3-4 buah saja. Tapi memang rasanya lebih padat dibanding pir xiangli yang cenderung lebih berair.

Berhubung masih tahap belajar makan dan tekstur pir yang kesat serat, saya mengkukus pir hijaunya sampai lunak seperti panduan Pak Wied Harry. Baru setelah agak dingin, saya potong kecil-kecil tanpa dikupas dan masuk blender. Saring dengan saringan kawat. Rasa pirnya jadi lebih manis-manis asam dan teksturnya lembut. Pertama Kahfi meringis sedikit, tapi langsung menikmati. Alhamdulillah, lega banget dipemberian pertama langsung lahap.


Buah ketujuh adalah jambu biji merah. Setelah dicuci bersih, saya kupas dan diblender dengan sedikit air hangat lalu disaring. Deg-degan juga, khawatir akan bernasib sama seperti alpuket. Maklum rasa jambu biji merah kan sedikit kesat. Ternyata Kahfi suka, hanya durasi makannya jadi lebih lama. Bisa sampai 30 menit buat si jambu biji merah ini. Biar lancar, akhirnya pemberian berikutnya sering saya tambahkan pisang dibanding buah lainnya. Tekstur lembut legit pisang jadi mengurangi rasa kesat si jambu biji merah ini.

Buah kedelapan adalah semangka. Semangka merah dan semangka kuning. Karena kandungan air yang sangat banyak, setelah pemberian tunggal pertama kali, sisanya saya gabung pemberiannya dengan buah lain seperti pepaya, pisang, dan pir.

Pemberian semangka ini terhitung jarang karena Kahfi selama 2 mingguan ini batuk-batuk. Dan manis dari semangka ini sepertinya memperparah batuknya. Rasa manisnya seperti lengket ditenggorokan. Oh iya, semangka ini cuma saya bejek-bejek pakai saringan kawat. Tetep sisa ampas semangkanya saya aduk lagi dengan air semangkanya.


Jeruk Baby pacitan, belah dua lalu peras dan disaring. Sama seperti semangka. Jeruk ini pertama kali cuma buat icip-icip supaya Kahfi tau rasa jeruk tunggal seperti apa. Dan selanjutnya saya jadikan campuran kuah di buah lainnya. Jadi pemberiannya seperti ini : alpuket atau pisang yg sudah disaring/parut saya siram dengan air jeruk ini. Jangan malah diaduk-aduk.

Buah kesepuluh adalah melon. Hihihhihi belum ada fotonya yah. Soalnya belum sempat jeprat-jepret sama sekali. Rasanya pas memasuki musim penghujan ini waktu berjalan jauh lebih cepat. Jadi saya merasa keteteran. mudah-mudahan dipemberian berikutnya sempat kejepret penampakan melonnya.

Nah selain melon hijau, boleh juga melon jingga. Sama seperti pir, pengolahan melon bisa melalui tahap kukus dulu. Tapi mau langsung juga bisa. So far saya belum pernah dikukus, tapi langsung diparut. Beuh, selain berair banyak, melon juga manis banget. Bener-bener serasa minum sirop rasa melon. Nah, untuk mensiasati rasanya yang terlalu manis, akhirnya saya jadikan saus juga untuk pemberian alpuket dan pisang. Mantap deh. Kahfi makin lahap dan semangat makan alpuket kuah melon.

Buah terakhir yang masuk daftar list untuk mpasi sebenernya apel. Tapi karena huru-hara apel impor berbakteri saya jadi belum memberikan Kahfi mpasi apel. Tiap ke toko buah pinggir jalan, yang banyak dijual adalah apel impor. Jarang tersedia apel lokal seperti apel malang. Walaupun sebenernya tidak semua apel impor berbakteri, tapi saya lebih baik menunda sampai ada pernyataan semua apel impor sudah aman dikonsumsi. Kecuali kalau saya sempat dapat apel lokal nantinya, yah akan saya coba kasih buat Kahfi.

Oo yah, biasanya setelah semua buah saya berikan secara tunggal, untuk mengenalkan masing-masing cita rasa buah di lidah Kahfi, selanjutnya saya akan menggabungkan 2-3 buah tersebut secara berurutan. ini membuat setiap cita rasa makan buahnya jadi bermacam-macam. Kahfi jadi terus penasaran kira-kira rasa seperti apa setiap kali sendok masuk ke dalam mulutnya. Trik ini sangat berhasil sewaktu Kakak Kamila mpasi dulu. Beberapa penampakan penggabungan buah-buahannya bisa diliat disini

Ehm, penampakan masing-masing foto buah untuk mpasinya kok ga ada unsur anak-anaknya yah ? Kecuali mangga. Jadi ceritanya saya ini lagi belajar motret secara manual tingkat dasar banget. Selama ini khan pasrah pake settingan auto yang itungannya asal jepret udah dapet penampakan yang lumayan dengan waktu yang sesingkat-singkatnya. Nah selain itu saya masih belum bisa menggunakan banyak food properti pendukung. Sedangkan kalau mau jepret yang memberi kesan ini foto mpasi buat bayi, konsepnya harus pakai properti seperti mainan, boneka, softbook dll yg lebih banyak. Saya ambil positifnya saja deh, untuk foto mpasinya kahfi diluar konsep kebanyakan foto-foto makanan bayi yang lain. Hehehehehe...



7 comments:

  1. Mi piace il tuo tutti postale. Avete fatto davvero un buon lavoro. Grazie per le informazioni fornite, mi ha aiutato molto. Spero di avere molti più voci o giù di lì da voi.

    ReplyDelete
  2. SunnyGold Chicken Karaage Wraps with Black Pepper Sauce vimax asli

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...