Tuesday, 5 May 2015

ALL GOOD Coffee & Waffles


Masih ingatkah postingan saya yang berjudul "Buku 50 Kreasi Bento Rumahan untuk Atiqah Hasiholan" ? Saat itu saya dan Mbak Atiqah sempat membahas tentang Cafe 'All Good' milik suaminya, Mas Rio Dewanto. Nah, minggu sore kemarin (26/4), akhirnya saya sempatkan mampir ke Cafe All Good yang baru buka bulan Januari 2015 lalu. Cafe ini terletak di Jalan Panglima Polim IX No.15 Jakarta Selatan. Mumpung Mas Rionya sedang stay di sana dari sore hingga malam hari.
Awalnya, agak sulit menemukan cafe yang menyediakan kopi dan wafel ini. Saya sempat terlewat hingga ke ujung Jalan Panglima Polim IX. Saya lalu menghubungi Fifi yang sudah tiba lebih dulu disana. Ternyata Cafe All Good itu berada di dalam bangunan Maris Store yang menjual outfit keren dan trendy khas anak muda masa kini. Setibanya saya di sana, kondisi cafe penuh karena bertepatan dengan acara Urbanism yang sedang mengadakan press conference.


Cafe All Good memang tidak besar, hanya berkapasitas untuk 20 pengunjung di dalam, dan 10 pengunjung di luar. Cafe ini memberi kesan hommy dengan desain interior sederhana seperti di rumah sendiri. Berdinding warna putih, dilengkapi kursi single kayu besi, kursi bundar dan kursi panjang bersandarkan bantal-bantal yang empuk dan beberapa hiasan dinding. Ada meja bar marmer yang menghadap ke jalan raya, dilengkapi dengan kursi tinggi dan tumpukan majalah di sisi kanannya. Majalah-majalah ini akhirnya menemani saya menanti coffee dan waffel yang akan disuguhkan oleh para Barista. Bayangan saya cafe ini bisa menjadi tempat kongkow saya dengan beberapa sahabat dekat seperti di film 'Friends'. Meski kecil, namun terasa lebih private. Saya kesulitan untuk memfoto kondisi kafe secara keseluruhan, jika mau tau lebih banyak, silahkan intip melalui Instagramnya @allgood. 


Sebelum memilih kopi dan waffel yang akan diorder, saya bertanya dulu ke Mas Rio, menu andalan apa yang paling sering diorder. Mas Rio bilang hampir semua menu, tinggal tergantung selera, mau manis atau gurih. Akhirnya Mas Rio memberikan saya suggest.

"Mbak Fitri bisa coba Easter Waffle Florentine, itu resep wafflenya asli saya yang buat, minumnya bisa hot latte atau grean tea juga enak."

Tentu, saya jadi sangat penasaran dengan wafel racikan resepnya Mas Rio ini. Akhirnya saya memesan Hot Latte dan Green Tea Latte untuk minumannya, lalu memesan Red Velvet Waffle dan Easter Waffle Florentine. Tak ketinggalan, kalau di All Good jangan sampai lupa memesan Churros-nya.


Yang pertama dihidangkan adalah Hot Latte dengan penampilan art coffee berbentuk love atau hati. Kita bisa memesan bentuk art coffee lainnya seperti beruang, jerapah, kucing dan bunga. Duh, sayang banget kalau langsung diseruput. Sebagai food blogger yang niatnya ingin mereview All Good, wajib hukumnya untuk menjeprat-jepret dulu penampakan makanannya seperti apa sebelum disantap. Terutama penampilan coffee art ini yang cakep untuk diabadikan.

Setelah jadi model, saya menyeruput Hot Latte ini pelan-pelan. Menikmati tetesan kopi di mulut layaknya sang ahli kopi yang mau memberikan penilaian terhadap rasa kopi. Eeehm, rasanya enak, walaupun belum manis karena belum ditambahkan gula. Saya suka kopi seperti ini, apalagi berkrim. Saya agak kesulitan untuk menikmati kopi hitam atau tubruk yang terlalu berat. Pusing! Nah, Fifi bilang Baristanya keren dan jago banget bikin semua hidangan All Good termasuk kopi. Fifi yang tidak suka kopi, pas minum kopi di All Good jadi ketagihan. Emang beneran enak buat saya. Nah untuk memberikan rasa manisnya, saya mengikuti saran seorang teman penyuka kopi untuk menggunakan gula merah sebagai pemanis kopi. Katanya, gula merah itu membuat cita rasa asli kopi keluar. Jadi makin enaklah si Hot Latte ini di mulut saya. Sepulang dari All Good nanti, saya sudah siap begadang menemani Baby Kahfi main saat tengah malam. Minum kopi sedikit, efeknya bisa membuat saya melek sepanjang malam. Oo iya, harga Hot Latte ini Rp. 30.000,- per gelas art coffee.


Green Tea Latte ini dihidangkan dingin. Kontras sekali dengan Hot Latte yang hangat/panas. Kalau mau segar-segar ditengah udara yang 'pengap' di luar karena gerimis sebentar, Green Tea Latte ini bisa menjadi pilihan. Rasa minuman ini tidak terlalu manis, meski dikasih tambahan susu dan krim. Selain itu minuman ini juga menyehatkan karena mengandung banyak anti oksidan. Saya tidak menambahkan pemanis lagi karena saya merasa racikan ini sudah pas. Lihat saja, saat mau difoto, si Green Tea Latte ini sudah tidak utuh akibat sudah tidak sabar untuk diicip-icip ternyata ketagihan setelahnya. Jadi tidak cukup hanya disedotan pertama, tetapi lanjut ke sedotan berikutnya. Seger! Harga satu gelas Green Tea Latte adalah Rp. 35.000,- sedikit lebih mahal dari Hot Latte.


Nah, sekarang giliran Churros yang mau di coba. Saat Barista meletakkannya di atas meja, harum mentega, kayu manis dan santan serasa menempel di hidung saya. Fifi sempet komplain ke saya tentang penampakan Churros yang kecoklatan karena hasil proses penggorengan dan penggunaan bubuk kayu manis yang membuat penampakan si Churros jadi eksotis dan susah banget untuk difoto cantik. Tangan-tangan kecil Khalila dan Kamila pun sudah tidak sabar untuk mengambil Churros ini untuk segera dicocol ke dalam mangkuk kecil berisi coklat leleh. Kalau tidak cepat difoto, saya yakin harus order porsi kedua untuk dijadikan model.


Saya hanya bisa menyicip 1 batang Churros tersisa. Pantas saja Churros ini sempat membuat Khalila dan Kamila rebutan, rasanya emang enaaaaaaak bangeeeet saudara-saudara! Pokoknya jangan lupa kalau ke All Good harus pesan Churros ini yah! Harga 1 porsinya Rp. 20.000,- saja.


Eits, ternyata jika di hari Selasa Rabu, antara jam 12 siang hingga 6 sore, harga churrosnya dipotong 50% menjadi Rp. 10.000,- berkenaan dengan program sweet treats dari All Good. Kalaupun nanti bokek, tetap bisa ke All Good kan di hari selasa dan rabu, cukup dengan 'ceban' kita bisa pesen 1 porsi Churros.


Red Velvet Waffle ini, sebetulnya adalah pesanan Fifi. Setelah saya mengetahui kalau Easter Waffle Florentine itu savory waffle atau wafel yang bercita rasa asin-gurih, kami harus memilih salah satu jenis waffel yang manis dong! Pilihan jatuh ke Red Velvet Waffles, selain warnanya yang ngepink kemerahan, tetapi juga sehat karena warna merah yang dihasilkan dari air buah bit yang lagi-lagi kaya betakaroten dan anti oksidan. Dengan harga Rp. 40.000,- per porsi, kita sudah bisa menikmati Red Velvet Waffle yang yummy.


Khalila dan Kamila sudah tidak sabar untuk segera mencicip waffle ini karena selain penampakan waffle yang berwarna pink kemerahan, gula halus yang ditabur diatas waffle plus buah stroberi potong betul-betul menggoda mereka. Saya harus segera memfoto waffelnya, kalau tidak akan bernasib sama seperti Churros tadi. Inginnya sih tambah order Ice Cream Waffel untuk mereka supaya tidak rusuh dan saya tenang memfoto. Tapi tunggu setelah kami menikmati Easter Waffle Florentine-nya dulu.

Selesai difoto, anak-anak langsung menyerbu dan sibuk mencicipi bersama Fifi. Saya kunyah waffel itu pelan-pelan. Bener-bener buttery banget rasanya. Apalagi setelah dipotong masih harus dicocol ke mangkuk krim yang saya sendiri hingga sekarang masih menduga-duga ingredient krim tersebut apa. Anak-anak saya pencinta rasa buttery and creamy seperti saya, ibunya. Dan dalam waktu sekejap, Red Velvet ini sirna dari pandangan. Saya tidak punya kesempatan untuk memotret ulang penampakannya karena betul-betul sudah menghilang.


Tak berapa lama, keluarlah Easter Waffle Florentine yang sudah saya tunggu-tunggu. Ini dia waffel istimewa racikan Mas Rio. Waffel yang bertoping tumisan bawang bombay dan bayam, plus telur benedict yang kalau dibelah, langsung lumer kuning telurnya dan membasahi waffel. Tadinya saat disuguhkan, saya mengira warna putih diatas toppingnya adalah krim, ternyata telur benedict! Sudah pasti menyehatkan sekali wafel ini.


Anak-anak kembali penasaran untuk mencicipi, dan saya cukup terkejut juga, ternyata mereka suka. Aha! Ini saya catat baik-baik karena bisa jadi alternatif lain untuk makan telur bertumiskan bayam buat anak-anak. Akhirnya saya bisa menikmati waffel ini pelan-pelan dengan porsi yang lebih banyak. Pasalnya ternyata mereka sudah kekenyangan melahap Churros dan Red Velvet Waffle. Dari keseluruhan rasa Easter Waffel Forentine, hanya satu yang saya rasa kurang untuk menikmati waffel ini, yaitu kurang saus sambal! Wihhh, makin sedap pastinya kalau ditambah saus sambal.


Porsi waffel yang rata-rata Rp. 40.000,- /porsi di All Good memang cukup besar. Setidaknya buat saya, ukuran 1 porsi waffelnya bisa membuat kenyang maksimal. Bukan untuk dessert, tapi bisa sebagai main course saat makan siang atau makan malam. Jadi, tunggu apalagi! kapanpun kita ke All Good, menunya bisa disantap kapan saja. Dalam kondisi lapar kita bisa order aneka waffel. Sedangkan kalau ingin sekedar kongkow dengan perut yang setengah kosong, bisa order Churros atau Eclair-nya.

Menu lain seperti Chicken and Waffle yaitu waffel bertoping ayam krispy, atau Papa Pablo Lasagna yang keju mozarellanya meleleh dengan aduhai, sungguh benar-benar menggoda untuk memanjakan lidah, menjadi daftar menu yang akan saya pesan dikunjungan berikutnya. Dengan tambahan Green Tea Eclairs pastinya. Buat anak-anak, rasanya Waffle Ice Cream yang bertopping es krim vanila dengan irisan stroberi plus coklat leleh atau Speculoos Waffle yang bertabur krim, pisang, stroberi dan meises sangat cocok untuk mereka. Ditambah Affogato! Liat sendiri deh di Instagram All Good pasti bikin mata lope-lope.

Nah, ada bocoran sedikit, menu baru yang akan hadir di All Good nanti adalah Half Cooked Green Tea Pancake. Pancake yang bisa diorder pada tingkat kematangan medium alias setengah matang dengan 3 varian rasa, original, red velvet dan green tea. Penasarankan? pastinya lebih ekstrim dari pada kue cubit yang kembali ngehits! 


Saat saya ngobrol dengan Mas Rio, saya sampaikan testimonial saya tentang keseluruhan rasa menu di All Good yang saya pesan tadi. Semuanya enak! Gak percaya kalau Mas Rio ternyata jago masak hingga bisa menciptakan Easter Waffle Florentine! Dan Mas Rio terlihat senang dan bersyukur sekali.

" Alhamdulillah, kalau semuanya suka, makasih yah Mbak Fitri sudah berkenan mencoba menunya."

Berlanjut dengan ngobrol-ngobrol tentang kegiatan Mas Rio di Urbanism tadi, All Good, film, lalu tentang promosi buku bento saya juga. Termasuk semoga nantinya saya bisa bikin workshop jika kondisi sudah memungkinkan atau bento date dengan Mbak Atiqah sekalian di All Good, membuat Mas Rio dimata saya sebagai sosok yang rendah hati. Padahal siapa yang tidak kenal dengan Mas Rio Dewanto, aktor terkenal yang saat ini filmnya sedang wara-wiri di bioskop seluruh nusantara dan iklan dilayar televisi dan majalah.

"Sukses yah Mas Rio, untuk premiere Film Cinta Selamanya besok, dan buat All Good juga. Salam untuk para Barista dan teman-teman All Good!"

Akhirnya kami pamit disaat jam menunjukkan 19.30 wib.

All Good, All is Good!


Thank you :

- Mas Rio Dewanto, "Jangan kapok yah, Mas! All Good jadi penuh anak-anak dan bayi."

- Barista All Good, "yang udah dibuat repot banget sama kami tadi, terutama Fifi yang sudah menganggap All Good seperti rumahnya sendiri.

- Mbak Atiqah Hasiholan, "Kalau sudah santai, kapan-kapan kita bento date yah, Mbak!"


*Mohon maaf jika hasil fotonya belum maksimal dan kurang tajam.

8 comments:

  1. ahhhh wafflenya ngak nahan jadi pengen ke sanaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silahkan Mbak! tapi lupakan diet yah hehehhehe, soalnya bisa kalap pingin diicip semua... *masih kebayang pingin Papa Pablo Lasagna dan Afogato :)

      Delete
  2. Aiih...senengnya bisa ngobrol sama Rio dan Atiqah..., mupeng liat wafelnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyah mbak ika.. alhamdulillah... mas rio dan mbak atiqahnya juga ramah sekali.. cobain mbak mampir all good.. saya aja pingin balik lagi nyobain memu lain.. terutama si papa pablo lasagna n afogato...

      Delete
  3. Kereeen! Orgnya keren, Fotonya bagus-bagus pulak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas Rio dan Mbak Atiqah emang keren Mak Dwina.. nah akyu jadi ikutan keren gak nih? Maaak.. asal tau aja.. ini foto galau smua.. perdana moto makanam malem2 plus lampunya kuning2 pula.. pasrah deh kl hasilnya kurang maksimal.. eh yah... All Good ini ga jauh dr tempat kita zesfri dulu lho..

      Delete
  4. OMG, untung aku baca dulu reviewmu... trnyata waffle yg bikinin rio pake telur yg kuningnya rainy gitu ya -__-. Aku ga bisa makan telur setengah mateng mba... drdulu ga prnh bisa.. pasti muntah2... jd sepertinya aku bakal pesen menu yg lainnya kalo kesana ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Fanny... mungkin bisa special order ke para Barista All Good untuk dibuat welldone si telur benedictnya.. tenang Mbak.. menu yg lain enak2 pastinya. Kl keju2an ga papa khan? Itu lasagna tuuuuh... si papa pablo lasagna.. apa kita nanti janjian kopdar di all good?

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Promo untuk Anda