Tuesday, 16 June 2015

Baked Potato with Oven Glass Lock&Lock




Yihaaaa! Setelah 2 minggu lebih tidak sempat update blog karena sok sibuk dengan kegiatan wara-wiri menjelang Ramadhan, akhirnya hari ini saya sempatkan untuk memposting menu favorite yang baru saja saya eksekusi pagi tadi. Ber-‘me time’ lagi dengan oven setelah sekian lama oven diistirahatkan karena baking blues melanda. Nah hari ini si baking blues pergi entah kemana karena sudah saya usir jauh-jauh. Pasalnya saya baru punya alat perang baru untuk diuji coba. Semoga oven saya ini bisa kembali ‘ngetring’ seperti dulu sehingga uji coba saya berjalan mulus dan lancar.  

Hemh, baked potato kayanya cocok untuk saya eksekusi dengan menggunakan alat perang baru ini. Baked potato juga menu andalan saat seluruh keluarga sedang malas untuk makan nasi. Menu one dish meal ini tidak jauh berbeda denga lasagna karena sama-sama menggunakan saus b├ęchamel dan bolognaise. Bedanya yang satu menggunakan pasta lembaran, yang ini menggunakan kentang.




 ::: Baked Potato :::

Bahan : 
 - 6 buah kentang ukuran sedang, bersihkan dengan cara disikat, jangan dikupas kulitnya. 
- keju mozarella/quick melt 
- garam dan merica secukupnya 
- mentega/margarin 
- oregano bubuk 
- saus bolognaise * 
- saus keju/ bechamel** 

Cara membuat : 
1.Belah menyilang kentang yang sudah bersih, tanpa dikupas. Sisipkan mentega/margarine disela belahan kentang. Taburi dengan garam, oregano, dan lada secukupnya. lalu panggang sambil ditutup dengan alumunium foil selama 30 menit atau sampai fork tender. 
2. Kentang yg sudah fork tender tempatkan di wadah tahan panas, siram dengan saus bolognaise, lalu saus keju, terakhir keju mozarella. Panggang lagi hingga keju meleleh. 
3. Angkat dan sajikan hangat.

* Saus Bolognaise 

Bahan : 
- 2 sdm mentega 
- 2 sdm minyak 
- 1/2 buah bawang bombai ukuran sedang (atau 1 ukuran kecil) – iris tipis 
- 5 siung bawang putih – cincang halus 
- 250 gram daging sapi cincang 
- 1 buah wortel ukuran sedang – parut halus 
- 4 buah tomat – lumatkan 
- 1 kaleng kecil ‘tomato paste’ kl ga silahkan ganti dengan saus tomat 
- 300 ml air kaldu 
- 1/2 sdt daun basil kering 
- 1/2 sdt daun oregano kering 
- gula, garam merica secukupnya 

Cara membuat : 
1.Tumis bawang bombai hingga layu, tambahkan bawang putih. 
2.Tambahkan daging cincang, masak hingga berubah warna. 
3. Masukan wortel parut, tomat, tomato paste, air kaldu. Masak hingga mendidih. Kecilkan api dan masak dengan api kecil selama 1 jam sambil sesekali diaduk. 
4. Tambahkan semua bumbu, basil, oregano, garam dan merica. Sisihkan. 

** Saus Bechamel : 

Bahan : 
- 250 ml susu cair 
- 2 sdm mentega 
- 2 sdm terigu 
- 100 gr keju parut 
- Garam dan merica secukupnya 

Cara Membuat : 
1. Panaskan mentega hingga meleleh, tambahkan terigu, aduk sampai bergumpal. 
2. Tuang susu sedikit demi sedikit sambil di aduk cepat. 3. Tambahkan keju aduk terus sampai matang dan mengental. Angkat dan sisihkan.

Baked potatonya juara ! sekali makan saya sanggup menghabiskan 1 porsi yang berisi 3 buah kentang sekaligus. Jujur saja, saya paling suka hidangan seperti ini. Diberi tambahan saus sambal pastinya. Setiap  membuat baked potato, lasagna atau makaroni skutel pasti sayalah yang paling juara untuk menghabiskannya. Pak suami kalau untuk hidangan ini lebih banyak mengalah. Sayang istri katanya. Aha!

Kelar urusan posting resep, sekarang giliran saya kasih bocoran alat perang perdapuran baru yang ingin saya uji coba itu memang apaan sih? Itu lho, karena saya sempet punya pengalaman ‘freaky’ di dapur 8 tahun lalu saat masih tinggal di Pematang Siantar, yang saya pikir dapur saya berhantu, makanya saya penasaran untuk uji coba. Untuk memasak Baked Potato ini saya menggunakan oven glass dari Lock&Lock yang katanya tahan panas karena termasuk ke dalam produk yang Heat-Resistant Glass.  Kalau belum baca postingan saya tentang dapur saya yang saya pikir berhantu, biar saya ulang lagi yah apa itu Heat Resistant Glass. 



Heat resistant glass itu berbeda dengan Heat-Tempered Glass yang biasanya sering kita pakai di dalam dapur rumah tangga kita. Seperti gelas, mangkuk, piring yang pastinya tidak akan tahan dan akan langsung pecah jika dipanaskan atau pada saat perubahan suhu terjadi. Nah, semua oven glass dari Lock&Lock ini menggunakan teknologi Heat-Resistant Glass ini.   Komponen bahan dan proses pembuatan produk Heat-Resistant Glass ini tidak terdapat ‘Nickel Sulfide’. Nah apalagi tuh si ‘Nickel Sulfide’? 

Jadi, menurut Dr. Andreas Kasper yang seorang Doktor asal Jerman, beliau ahli dalam bidang Tempered Glass, pada saat proses awal pembuatan glass di pabrik, glass akan mengeluarkan kotoran yang bernama 'Nickel Sulfide'. Apabila terjadi perubahan pada suhu tertentu pada produk tempered glass, Nickel Sulfide menyebabkan glass menjadi mengembang. Dalam proses itu terjadi pengumpulan energi. Adanya dorongan energi dari dalam ini sehingga terjadi ledakan pecahan yang menimbulkan penyebab asal suara 'prang' . Itulah kenapa gelas saya secara tiba-tiba bisa pecah dengan sendirinya.



Nah, ternyata Lock&Lock sudah menggunakan Heat-Resistant Glass untuk semua produk oven glassnya. Mengapa LOCK&LOCK memakai Heat-Resistant Glass ?
Pertama karena Aman, Tidak pecah dengan sendirinya seperti tempered glass. Kedua, bisa digunakan dalam microwave, oven dan dishwasher karena terbuat dari bahan  Heat-Resistant Glass (kaca tahan panas) yang bernama Borosilicate (boron trioxide dan silicon dioxide) yang tahan pada suhu panas dan suhu dingin dalam waktu bersamaan. Untuk masuk di suhu oven hingga 400 dercel masih aman. Ketiga, Heat-Resistant Glass lebih ringan 10% dibandingkan Tempered Glass hingga tidak akan membuat nyeri pada pergelangan tangan saat menggunakannya. Keempat, suhunya rendah, permukaannya akan tetap dingin. Persamaan isolator listrik dalam microwave menyebabkan Heat-Resistant Glass tidak menyerap banyak gelombang elektromagnetik sehingga permukaan Heat Resistant Glass tidak terlalu panas. Nah yang terakhir nih saya paling suka, karena Heat Resistant Glass permukaannya akan tetap bening, tidak akan menjadi keruh, berkabut apabila sering digunakan ataupun disimpan dalam jangka waktu yang lama karena kandungan Na20 atau Natrium Oksidanya rendah.


Alhamdulillah, akhirnya uji coba saya dengan produk oven glass dari Lock&Lock berjalan dengan mulus dan lancar. Jadi makin semangat lagi untuk berdekatan dengan oven. Ditambah Baby Kahfi bulan depan jelang usia 1 tahun. Variasi makanannya banyak berhubungan dengan oven. Tidak bingung lagi harus mengganti wadah makanan yang praktis sehabis dari oven. Kalau jaman Kak Kamila mpasi dulu itu seringnya menggunakan wadah silikon dan alumunium foil. Begitu matang masih harus disimpan ke dalam wadah tertutup lainnya biar aman. Dengan adanya produk oven glass lock&Lock yang Heat-Resistant Glass ini, sehabis keluar dari oven, saya tinggal menutupnya dengan paket tutup plastik yang sudah ada. 



Pilihan ukuran produk oven glassnya juga banyak, ada yang oval dan juga square dengan berbagai macam ukuran seperti wadah makanan Lock&lock yang berbahan plastik. Wadah yang 160 ml dan 300 ml sangat pas untuk porsi Mpasi Baby Kahfi. Kalau dulu susahnya mencari wadah kaca tahan panas yang bisa masuk oven dengan ukuran kecil, karena yang beredar dipasaran biasanya berukuran besar-besar.  Nah untuk membuat Baked Potato ini saya menggunakan wadah dengan kapasitas 630 ml.  Meski berbahan dasar kaca, produk ini relatif ringan dan aman untuk menjadi wadah makanan untuk bekal bepergian.

Jadi untuk teman-teman yang sedang mpasi-an seperti saya dan butuh wadah kaca tahan panas ukuran kecil, tenang saja. Tinggal cari produk oven glass dari Lock&Lock ya. Dengan banyaknya variasi produk dari Lock&Lock, membuat saya jadi semakin semangat. Happy Cooking!



 Kompetisi LOCK&LOCK "Mrs. Chef" ini adalah kompetisi yang dilaksanakan olek LOCK&LOCK Indonesia bekerja sama dengan HHBF (Homemade Healthy Baby Food)
 

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...