Monday, 17 August 2015

BENTO UNYIL


Merdeka bangsaku, merdeka negeriku Dirgahayu Republik Indonesia ke-70.

Kemarin h-2 menjelang peringatan hari kemerdekaan, beberapa teman yang sama-sama lagi semangat ngebento mengajak saya untuk membuat bento bertema merah putih. Duh, saya malah suka bingung kalau ngebentonya dikasih tema-temaan. Apalagi tema kemerdekaan. Daya khayal saya sangat terbatas soalnya, ditambah lambaian liburan long weekend sudah di depan mata. Makin susah untuk berkonsentrasi jadinya.

Terlintas dibenak saya, Unyil! Kenapa tidak dicoba untuk membuat bento unyil saja, bajunya sudah berwarna merah, tinggal tambahkan bendera merah putih yang sedang berkibar untuk memperkuat tema kemerdekaan. Ditambah Kamila dan saya senang sekali menonton laptop si Unyil. Saya googling gambar kartun unyil yang paling mudah untuk saya sontek. Setelah menemukan gambarnya, saya langsung membuat sketsa unyil. Sret sret sreet... Jadi. Dan ini dia penampakan si unyilnya.


Bekal unyil ini adalah bekal yang saya siapkan untuk Kamila di hari jumat. Selama proses pembuatan, Kamila terus berada disamping saya sambil sesekali mengunyah otak-otak ikan. Berhubung proses pembuatannya menggunakan pisau, Saya hanya memperbolehkan Kamila untuk menata daun selada, menaburi nasi dengan wijen hitam dan meletakkan otak-otak ikan di atas nasi. Ibu Senang, anak pun riang.
Sempat kehabisan gaya lagi untuk memfoto bentonya. Berganti alas dengan latar belakang merah putih membuat si unyil jadi kalah tampilan. Akhirnya saya menggunakan talenan jadul yang biasa saya gunakan untuk foto makanan selain bento. Ditambah taplak rajut untuk mempermanis tampilan. Hasilnya belum memuaskan, tapi karena keterbatasan waktu untuk memfotonya, cukuplah hasilnya seperti ini.

Happy Bentoing!

No comments:

Post a comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...