Monday, 9 November 2015

FroGirl


Ya ampyuuuun, ternyata postingan bento ini tidak terpublished.. Saya kira setelah habis ngedraft sambil menanti Kamila menari, ikon published sudah saya pencet. Ternyata belum. Masya Allah.. Baiklah saya published sekarang. Dan inilah cerita bekal di tanggal 20 oktober lalu.

Pagi-pagi, saya sudah stay di sekolah Kamila. Hari ini mau ada lomba menari yang diadakan oleh Dinas Pariwisata dalam rangka Pesta Seni Pelajar di Gelanggang Remaja Jakarta Timur. Sementara Kamila dirias dan berganti kostum, saya melipir ke pojokan sendiri untuk membuat draft postingan ini. Kalau tidak begini, entah kapan saya bisa memposting, saya bener-bener lagi banyak kerjaan.  Maaf yah Mama-Mama kelompok B, saya melipir sebentar dan joinnya nanti setelah postingan ini terpublished

Ini bento kedua yang mejeng di portal online Majalah Kartini kemarin yah. Bekal yang jadi rebutan Kamila dengan si Kakak. Saya sampai harus ekstra membujuk agat salah satunya bisa mengalah. Padahal menurut saya, bekal si beruang terlihat lebih lucu dibanding si Frogirl ini. Akhirnya Kamila mengalah dan merelakan bekal ini untuk kakaknya. Kalau diliat, bekal ini mirip dengan Kak Khalila waktu mengenakan kostum kepala beruang diatas kepala saat akhirussanah lulus TK dulu. Cuma kalau di bekal ini, diatas kepalanya berbentuk kodok. Anak-anak, memang selalu saja rebutan dan senang bikin kepala umminya slenut-slenut.


Kemarin, saya ditanya sama temans, bagaimana caranya bisa berkontribusi masuk dalam majalah, masuk liputan di tv dan tiba-tiba menerbitkan buku. Apa saya ujug-ujug menawarkan ke mereka untuk mereka liput dan mengeluarkan biaya untuk itu. Saya hanya menjawab itu adalah rezeki. Belum pernah sekalipun mengeluarkan biaya, bahkan sebaliknya malah mendapat dana sebagai reward jerih payah dan sudah meluangkan waktu buat mereka. Istilahnya yang sering disebut adalah sebagai uang penggantian bahan membuat bento. Ini murni rezeki dari Allah yang tidak pernah saya sangka. Mereka menemukan saya melalui blog walking, begitu dirasa blog saya cocok dengan konten yang mereka mau, mereka menghubungi via email. Istilahnya, ini bonus dari keistiqomahan saya dalam ngeblog dan ngebento.

Beda kalau saat saya niat berkompetisi. Saya akan berusaha mencari tau apa yang menjadi bahan penilaian penyelenggara dan membuat postingan yang sesuai. Do the best sesuai kemampuan dan menjadi diri sendiri dengan gaya dan ciri khas saya. Saya tidak berusaha mengintip postingan atau kreasi teman sesama peserta kompetisi hingga pengumuman keluar. Kenapa? Biar apa yang saya buat atau posting, itu murni dari saya tanpa diembel-embeli perasaan sombong kalau ternyata dirasa kreasi saya masih lebih bagus. Atau sebaliknya, malah jadi gak percaya diri begitu melihat kreasi pesaing jauh lebih bagus. Begitu pengumuman keluar, saya baru melihat kreasi seperti apa yang menjadi pemenang. Seandainya saya tidak menang, belajarlah dari sana. Biar tidak kecewa saat tidak menang, saya selalu menanamkan perasaan, saya mengikuti kompetisi ini untuk senang-senang. Menang kalah itu rezeki yang sudah diatur sama Allah. Kalau tidak menang, bukan rezeki saya. Yang terpenting sudah melakukan yang terbaik. Hargai proses, proses dan proses. Akhirnya, disinilah saya sekarang. Masih terus belajar dan berusaha istiqomah. Saat jenuh, mundurlah satu langkah untuk kemudian bisa maju beberapa langkah, syukur-syukur bisa langsung berlari.

Happy bentoing!




No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Promo untuk Anda