Wednesday, 20 April 2016

Tata & Toto


Mencoba kembali beristiqomah untuk membuat bento di pagi hari memang tidak mudah. Apalagi tanpa sketsa sebelumnya. Bento on the spot yang paling mudah yah nasi kepal berbentuk kepala orang dengan lauk pauk seadanya. Telur asin Brebes, oleh-oleh dari Eyang,  yang akhirnya mejeng dalam lunch boxnya.



Kalau diperhatikan, bekal Kamila lagi minim sayur dan buah yah. Kondisi di pagi hari untuk memasak rupa-rupa makanan sebelum jam 6 pagi itu 'sesuatu' banget. Apalagi stock kulkas untuk bahan makanan segar sedang kosong. Yang tersisa hanya daun selada. Kondisi saya, sudah lebih dari seminggu ini memang tidak fit. Batuk dan pilek melanda hingga sakit kepala yang belum juga mereda. Saya masih bertahan untuk tidak berobat ke dokter, hanya mengkonsumsi obat batuk dan sakit kepala yang dijual bebas.

Saya harus cepat pulih, mengingat agenda bulan April dan Mei ini harus wara-wiri keluar kota. Minggu depan kami sekeluarga besar harus ke Bali, awal Mei saat long weekend ada kemungkinan kami ada di Yogya dan sekitarnya, orderan bento ultah di pertengahan Mei, lanjut mengantarkan Nek Uyut Ibu berobat mata ke Singapura. Insya Allah kalau tidak ada halangan dan sehat semuanya, kami berangkat.

Jadi, selagi saya bisa membuat bento, meski dengan bentuk seadanya, saya pasti ngebento. Tapi pada saat kondisi benar-benar tidak memungkinkan, saya pasrah. Melambaikan bendera putih untuk ngebento sambil berharap besok dan besok saya tetap bisa ngebento. I love bentoing so much...







No comments:

Post a comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...