Thursday, 21 April 2016

Selamat Hari Kartini


Surat Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1901
“Kami disini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak wanita, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak wanita itu menjadi saingan laki-laki dalam hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya yang diserahkan alam (sunatullah) sendiri ke dalam tangannya : menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama”.





Selamat Hari Kartini

Sebetulnya, bento ini saya buat sebagai bekal Kamila saat  menyambut Hari Bekal Nasional (12/4) lalu. Berhubung belum sempat diposting di blog saat itu, akhirnya saya berinisiatif utuk mempostingnya saat menyambut Hari Kartini saja nanti. Sesuai dengan gambar bentonya, anak perempuan dengan rambut bergelung dan memakai atasan mirip kebaya.

Kebetulan, hari ini juga saya tidak membuat bento untuk Kamila. Hari ini, Kamila ada gladiresik akhirussanah di GOR Bulungan dan mendapatkan makan siang dari sekolah. Jadi, saya cuma menyiapkan snack dan minuman saja.

Perjuangan pagi ini luar biasa. Semenjak diguyur hujan sejak tengah malam tadi, mengakibatkan beberapa jalan terendam air.  Saya mengantar dua anak dengan ojek lengkap berjas hujan dan payung lebar, plus kondisi saya yang masih sakit, melengkapi macetnya jalan menuju sekolah yang tidak sampai 1 km jaraknya. Mungkin kalau si Abi tidak sedang dinas di Semarang, saya tidak perlu serepot ini. Setibanya saya di rumah, langsung collapse. Syukurlah, Kahfi bisa diajak kerja sama. Saat saya membuat postingan ini, dia sedang tertidur nyenyak.

Happy bentoing!



2 comments:

  1. Selamat hari Kartini juga mbak... Tetap semangan dan maju terus wanita Indonesia. Walaupun terlambat namun harus tetap semangat!

    Salam

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...