Tuesday, 12 April 2016

Twin Bee and Butterfly



Assalamualaikum, 
Selamat Merayakan Hari Bekal Nasional
 12 April 2016

Jumpa lagi dengan Khalittle Bento. Setelah sekian lama tak ada update-an bento di blog, akhirnya hari ini saya kembali lagi. Senang rasanya bisa mulai membuat bento, walaupun masih belum rutin seperti dahulu kala. Minimal hari ini, sebagai wujud apresiasi saya merayakan Hari Bekal Nasional, saya membuat bento!


Bento hari ini yang saya posting, sebetulnya bento untuk bekal Kamila kemarin. Saya masih punya stock dadaran atau decosheet sisa orderan mengisi acara ulang tahun  anak salah satu teman dekat saya, Novi. Dadaran ini masih tahan disimpen didalam kulkas max 3 hari. Untuk postingan acara ngebento di ulang tahun kemarin, saya posting tersendiri yah nanti. 

Berhubung pagi kemarin saat mau membuat bento saya blank karena tidak punya sketch, akhirnya yang terlintas bagaimana caranya membuat bento yang simpel saja. Dengan bantuan cookies cutter bentuk oval, love dan kupu-kupu, akhirnya jadilah bento pagi itu. Not bad dan saya puas. Membuatnya tidak memakan waktu lama. Ditambah saat Kak Khalila menghampiri saya di meja makan, mukanya berseri-seri sambil bertanya, "Bekal adek dibentoin lagi, mi?" Saya mengangguk dan balik bertanya, "Kamu mau dibentoin juga?" Khalila langsung excited berteriak mau. Cuma dia berpesan bento untuknya setengah porsi saja, karena dia mau makan bentonya saat snack time tiba. Kalau porsi penuh, khawatir saat jam makan siang nanti dia kekenyangan menghabiskan jatah cateringnya.

Jadilah saya membuatkan dua bento untuk dua anak saya yang centil ini. Kamila dengan satu porsi penuh, Khalila dengan setengah porsi menggunakan wadah bersekat Hello Kitty berukuran lebih kecil dari Lock n Lock. 


Selesai membuat satu setengah porsi bento, giliran Kamila yang menghampiri saya. Dia sudah mendapat info dari sang kakak kalau bekal mereka hari ini dalam bentuk bento. Ekspresi yang sama saya dapatkan juga dari Kamila. Mukanya berseri-seri dan memberikan saya senyum yang manis sekali. Duh, serasa Dejavu. Kembali ke masa-masa awal mereka mendapatkan bento pertama dulu. Ekspresi yang sama dan itu membuat saya menjadi merasa bersalah karena sudah terlalu lama tidak membuatkan mereka bento. 

Saya serahterimakan bento itu ke mereka untuk dimasukkan ke dalam tas masing-masing. Saya mendengar mereka sibuk berdiskusi bagaimana caranya supaya bisa menempatkan bento itu dalam tas tanpa membuatnya jumpalitan dan tetap bagus saat waktu makan bentonya tiba. Saya meyakinkan mereka kalau bento mereka akan baik-baik saja, karena di tata sedemikian padat, hingga aman dan tetap pada posisinya. Alhamdulillah ya Allah, memang selalu ada saja cerita dibalik bekal bento yang saya siapkan untuk mereka. 

No comments:

Post a comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...