Tuesday, 6 September 2016

Happy Family


Alhamdulillah, akhirnya saya kesampaian lagi bikin bento karakter keluarga sendiri. Awalnya, setelah melayani orderan bento untuk ulang tahun William kemarin, masih tersisa beberapa lembar sheet yang sayang kalau dimakan begitu saja. Mumpung aura semangat ngebento masih ada, saya lanjut membuat sketsa dan langsung mengeksekusi gambarnya dihari berikutnya.





Ini ceritanya gambar saya dengan suami. Gambarnya dialasi piring berbentuk lope-lope biar terkesan romantis. Sebenernya. Kalau dipikir-pikir, ternyata jodoh itu adalah cerminan diri kita sendiri. Berasa aja setelah lebih dari 10 tahun menikah, kami jadi merasa mirip satu sama lain. Mirip disini dalam hal perilaku. Alhamdulillah, tanpa disadari kemiripan ini terjadi karena masing-masing kami saling menularkan ke satu sama lain. Saya yang tadinya lebih sensitif dan apa-apa diambil hati mulai lebih easy. Pak Suami yang tadinya cuek untuk hal-hal tertentu dan gak romantis sudah jauh lebih peduli dan mulai romantis. Makin kesini lebih sering merasa 'apalah aku tanpa dirimu' gitu deh. Mudah-mudahan tercapai semua impian berkeluarga dan kami bisa menua bersama-sama. Aamiin yra.



Ini putri pertama kami, Kakak Khalila sang putri solo. Kenapa dijuluki putri solo, karena Kakak Khal lebih senang melakukan segala sesuatu dengan santai. Banyak ritual kalau mau melakukan sesuatu yang terkadang bikin saya tidak sabaran.  Dia selalu merasa masih banyak sisa waktu untuk melakukan ini itu, dan baru benar-benar selesai saat dia sadar sudah mendekati cut off time. Banyak yang melihat Kakak Khal lebih girlie berdasarkan penampilan rambutnya yang menjuntai panjang. Padahal tidak. Dia yang lebih sering menemani abinya berolahraga, ke bengkel mobil, motor dan sepeda. Dia lebih suka maen flying fox, trampolin daripada masak-masakan dan boneka. Aselinya dia lebih cuek dalam hal penampilan. Mau dipakaikan apa saja oke, tidak banyak berdebat. Cuma semenjak usianya 7 tahun hingga sekarang jelang 9, si kakak menjadi lebih sensi dan gampang sekali berurai air mata. Hubungan saya dengan dia lagi 'ruwet-ruwetnya'.  Ruwet tanda kutip karena saya lagi sering diuji nyali untuk menghadapi dan menebak-nebak perasaannya. Disatu sisi saya lagi menghadapi kerepotan  dengan dua adiknya dan menuntut dia untuk lebih mandiri sebagai anak pertama.  Pokoknya masih pr banget deh. Secara kalau berdasarkan teori parenting untuk mengatasi masa-masa ini insya Allah sudah paham. Tapi saat prakteknya, astagfirullah susahnya. Alhamdulillah karena Kakak Khalila dulunya susah makan, akhirnya menjadikan saya seperti sekarang. Segala sesuatu pasti ada hikmahnya.


Ini Kamila, Putri kedua. Dulu saat usianya dibawah 3 tahun, kami menjulukinya Monster Keriting karena rambutnya yang kriwul-kriwul lucu dan dia senang dengan julukan itu bertepatan dengan hits-nya film Monster University. Monster yang lucu bukan menakutkan. Nah, banyak yang melihat Kamila ini cenderung tomboy. Padahal malah sebaliknya. Dia yang lebih girlie dibanding Kakak Khalila. Dia sangat memperhatikan penampilan. Pakai baju harus matching. Pasti protes kalau dipakaikan baju jenis unisex semisal kaos polo. Sedikit-sedikit dandan dan bercermin. Dan dia sangat peduli dengan penampilan orang terdekatnya. Saya pernah dibilang jelek karena frame kacamata yang saya pakai tidak sesuai dengan seleranya. Begitupun saya dilarang pergi kalau menurutnya baju dan kerudung yang saya pakai tidak sesuai warnanya. Tapi dia akan memberikan apresiasi "Ummi kok cantik banget!" Kalau saya berpenampilan sesuai dengan seleranya. Nah, dulu kalau Kamila mau nangis, yah nangis saja dengan suara yang all out kedengeran kemana-mana. Tapi kalau sekarang, alhamdulillah dia sudah tau dan lebih gampang untuk dibujuk. Satu lagi, Kamila sangat rapi dan teratur. Tanpa disuruh, dia akan melakukan apapun yang sudah menjadi kewajiban dan kebiasaannya. Malah cenderung jadi satgas pengaduan kalau seandainya sang Kakak tidak melaksanakan tugas dan kewajibannya.



Nah ini dia Kahfi, yang membuat seisi rumah masih terkaget-kaget akan kehadirannya. Bagaimana tidak, kami terbiasa dengan dua anak perempuan yang lumayan behave. Tiba-tiba hadir anak lelaki yang lumayan cukup menguras tenaga meski Kahfi masih dalam kategori anak laki yang tingkat geraknya normal. Meski anak laki-laki, Kahfi sangat ekspresif dan sering banget membuat saya geer. Saingan terberat pak suami pastinya. Usianya saat ini 2 tahun 2 bulan. Lagi banyak bilang "gak mau." Karena Kahfi juga semua mainan lungsuran dari Kakak yang tadinya masih bagus tersimpan, rusak hanya dalam sekali babak permainan. Bener-bener seru punya anak laki-laki.

ROBBANA HAB LANA MIN AZWAJINA WA DZURRIYATINA QURROTA A’YUNIN WAJ’ALNA LIL MUTTAQINA IMAMAA
Artinya:"Ya Rabb kami, karuniakanlah pada kami dan keturunan kami serta istri-istri kami penyejuk mata kami. Jadikanlah pula kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertakwa"{QS. Al Furqon [25] : 74}
ROBBI HABLII MINASH SHOOLIHIIN
Artinya:"Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang tergolong shaleh"{QS. As-Shaffaat (37) : 100}
ROBBI AWZI’NI AN ASYKURO NI’MATAKALLATI AN ‘AMTA ‘ALAYYA. WA ‘ALA WAALIDAYYA WA AN A’MALA SHOLIHAN TARDHOHU, WA ASHLIH LII FII DZURRIYATII
Artinya:"Ya Rabbku, ilhamkanlah padaku untuk bersyukur atas nikmatmu yang telah Engkau karuniakan padaku juga pada orang tuaku. Dan ilhamkanlah padaku untuk melakukan amal sholeh yang Engkau ridhoi dan perbaikilah keturunanku" {QS. Al Ahqof [46] : 15}
.. AMIIN YAA ROBBAL ‘ALAMIN ..

2 comments:

  1. duh mba fit bangun pagi jam berapa sih biar bisa bikin bento...saya mah gak keburu jadinya ya gitu gitu aja bekalnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mak Rina..kl bento model begini bisa dicicil dari malem Mak... jd lbh santai ga grasa grusu. Kunci di bento cuma satu, practise makes perfect. Dulu awal aku bs dua jam. Kl skrg 30 menit beres.... hayuk ngebento Mak..

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Promo untuk Anda