Thursday, 11 April 2013

Jejak Pertama diujung Utara Sulawesi # Last Day, Minggu 31 Maret 2013

Last day, minggu 31 Maret 2012

Bangunnya kesiangan, shubuhnya jg kesiangan, efek malem kedua liburan, akumulasi 2 hari sblumnya. Daku kira ga kebagian sun rise, krn suasana sudah terang benderang di jam 5.35 wita, keluar bungalow, cari si Mr. Sunshine, ternyata bluuuum telaaaat, أَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Karena posisi tempat munculnya Mr. Sunshine itu ada di balik bukit, cahaya berpendar duluan ke angkasa, tp wujudnya blum ada,, nah bgt jam 5.56 wita, barulah penampakan Mr. Sunshine muncul,, paduan pas spt pemandangan malam tadi yg fullmoon, diganti scene dgn langit terang, Mr. Sunshine, perbukitan, perahu, laut,, dan sinar mentari keemasan menjalar dr laut smp tepian pantai depan resort.
 Ya Allaah,, indahnya,, ku syukuri smua nikmat sehat dan pemandangan pagi indah ini.







Lanjut dengan cerita heroik tentang "Tragedi Penyelamatan Ember" oleh Abi yang bikin pagi ini cukup dramatis,

Awalnya sambil menikmati pagi sambil leyeh2 di balkon, abi ngeliat posisi ember pemilik resort yang semula dipinggir dermaga, makin ketengah tersapu ombak yang pasang. (Sempet kejepret tuh ember diposisi awal). Lalu Abi izin pdku buat menyelamatkan ember itu, langsung bergegas ambil kacamata renang, buka kaosnya,, turun menuju pinggir dermaga dan byuuuur.. Renang mengejar ember yang semakin jauh ke tengah, heroik skali macam penjaga pantai yang mau menolong orang tenggelam. kecipak kecipuk, ember dan abi menghilang dari pandangan mata, krn terhalang bangunan restaurant yang menjorok ke pantai yang msh pasang. Tak bbrp lama muncul abi sndran, berusaha renang balik ke dermaga, tapi lhooo, Mana embernya yang diselamatkan??? Sambil terengah2 abi naik ke balkon, sambil berusaha mengeringkan badan. Ternyata bgt ember makin dikejar makin jauh, arus dibawah airnya kencang, yang makin membawa ember semakin jauh. Jikalau berhasil menyusul embernya, dikhawatirkan malah abi kepayahan ga bs balik melawan arus menuju dermaga. Untunglah segera balik, kalo seandainya kejadian, jangan2 malah butuh "Life Guard" betulan yang hrs diterjunkan untuk menyelamatkan abi. Maaf yah bi, tetep ummi tulis disini, biar ada kejadian lucu yang bs kita kenang disini.




Kami sarapan dengan kostum cebur-ceburan, terutama abi yang kostumnya emang sudah basah pasca gagal menyelamatkan ember, kami memaksimalkan waktu tersisa sblum jam 12.00 wita check out dr resort.
 
Sarapan kelar, langsung menuju pantai. Woooowww,, tempat kami bermain pasir siang kmrn, skrg airnya sudah sepaha krn pasang. Viewnya jd spt kolam renang yang langsung menjorok kelautan,, (pantainya jd sempit), wuiiiihhh makin asyik kami cebur2an. Kamila apalagi, hanya dengan menggunakan pelampung lengan twitty, dia menikmati renang2 tanpa dipegangi ummi. Khalila yang semula khawatir krn ombaknya yang cukup gebyur2, mulai berani sambil ktawa2 ngeri. Hehehehe kaya uji nyali yah kak.

masih pasang

kemaren siang, pantai surut,diperahu itulah kami menemukan bintang laut

kaya di kolam renang yang luasnya segaban-gaban ^.~

ga mau pulang, berenang truss seharian

beningnyaaa,,

Kamila, berani tanpa pegangan sm ummi

ga mau udahan

tempat main pasir di pantainya jadi sempit ^.~

Skrg agak ketengah dr pantai, yg kmrn surut dan menemukan bintang laut, sudah bs jd tempat snorkeling lho.. أَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ aakhirnyaa daku bisa ngerasain snorkeling juga wlpun pemandangannya ga seindah spot abi yang 3-5m kmrn. Tapi eh tapi, Khalila tetap menunggangi daku yeuh. Minta Abi potret aaah penampakan daku hehehehe.

gaya dulu ah

tetep ditunggangi Khalila

 Nah selagi kami berenang2 ditepian, sesekali perahu bertambat dan kemudian berangkat meninggalkan resort. Melihat aneka macem logistik diving diangkut ke dlm perahu, jelas deh yah itu perahu yang membawa para divers menuju spot diving sekitar Bunaken. Nah si Mr. Don ini (tetep nyebut Don, abis bener2 mirip Don Jhonson siy), pemilik resort, tersenyum ramah dan melambai pada kami say hello lalu babay, sptnya beliau sndr yang langsung memandu para divers untuk diving, ditemani dgn instruktur diving yang ada, dan sekitar 2-3 ABK. Om dan Tante Bule sebelah resort kami yang naik ke atas perahu itu. Perahu sebelumnya juga om dan tante bule lain. Ga terlihat satupun wisatawan lokal yang naik diperahu. Entah, apakah kalo mau diving bersama Mr. Don harus bersertifikasi atau tidak. Yang pasti semakin bulet tekad Abi Tukey ini untuk ambil sertifikasi diving. Gudlak Abi..

Sudah nyaris jam 11.00 wita,, oh nooo!! Harus mengakhiri syurgaa dunia disini.. Tukey juga rasanya masih enggan naik dr TKP. Tapi kita harus bergegas, bersih2 mandi, beres2 dan siap2 check out lalu brangkaAaat meninggalkan SEABREEZE. Perahu yang kami tumpangi sudah datang menjemput.. Berat rasanya meninggalkan Searbreeze, makanya dijeprat jepret lha SEABREEZE bgt perahu mulai menjauh. Berharap suatu saat nanti, kami bisa balik kesini lagi...
.¸¸.•.••.¸¸. Bye •:*´¨`*:.¸¸.bye •:*´¨`*:•.••.¸. SEABREEZE,,





 Perahu mulai makin jauh meninggalkan Pantai Pangalisang SEABREEZE,, cuaca cerah, matahari bersinar, angin laut membelai2 bikin ngantuk, Tukey tertidur. Daku sendiri tidak mau meninggalkan moment untuk menikmati laut Bunaken, karena kurang dari 45 menit lagi, bakalan tiba di dermaga artinya, selesai sudahlaah edisi Bunakennya.







Penampakan Kota Manado semakin lama semakin jelas, bangunan baru dan reklamasi pantai terlihat jelas begitu perahu makin mendekati dermaga. Yaaah bener2 selesailah edisi Bunaken. Hikkkks hikss hiksss


Dari dermaga penyeberangan tadi, kami lanjut menuju Pantai Kalasey lagi, Makan siang di Restaurant EXTRA, haduuh masakan Manado emang TOP BGT, apalagi penikmat pedas, smua selera untuk disantap.



Sehabis maksi, perjalanan lanjut mencari mesjid terdekat, karena waktu zhuhur sudah nyaris ashar, dan tadi memang sudah diniatkan untuk menjama' Taakhir sholat bgt kumandang adzan zhuhur yang lagi-lagi terdengar dari setting-an Blackberry di perahu tadi.

Sampailah kami di Mesjid Agung Ahmad Yani Kota Manado. Mesjid ini BaGoº°˚˚°ºooS, kokoh berdiri, terletak berseberangan dengan Kantor Telkom Manado. Dibangun Juma'at 9 Oktober 1998 (bertepatan dengaan 17 Rabi'ul Awal 1419H).

Setelah bertanya dimana tempat untuk mengambil wudhu, daku bergegas masuk ke dlm mesjid, krn harus bergantian dengan abi yang masih di mobil karena Tukey dlm kondisi tidur lelap. Begitu masuk, berpapasan dengan beberapa orang bapak-bapak, yang salah seorang berkata kepada daku "disana, cipu, cipu, silahkan. " Demi menghormati sang bapak tadi, daku hanya mengangguk-angguk, padahal dlm hati ga tau apa artinya cipu. Bergegas menuju tempat sholat wanita, ternyata baru tau, kalau yang dimaksud si bapak tadi, cipu itu adalah mukena/telekung. Yayaya,, akhirnya daku tau apa itu cipu.








Dari Mesjid Raya Ahmad Yani, kami lanjut menuju Bandara Sam Ratulangi, untuk take off balik ke Jakarta jam 17.15 wita.

Begitu sampai Bandara Sam Ratulangi, ternyata pesawat Lion yang kami tumpangi nanti harus transit Surabaya. Hiyaaaaaah,, terbayang akan 5-6 jam nanti kami baru tiba di Jakarta.
.¸¸.•.••.¸¸. Bye •:*´¨`*:.¸¸.bye •:*´¨`*:•.••.¸. Manado,, smoga dilain waktu, sehat panjang umur, rezeki, kami akan datang lagi kesini..




  ga sempet ngerasain Bubur Tinutuan hiksksks *dijepret dari Majalah Bulan Lion Air*



2 comments:

  1. abis deh edisi bunakennya.. hayoooo ditunggu niy janjinya buat bikin tips ngebento. daku menunggu loh seriusan. #nyengir2kuda

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ibams,,, makasiy udah mampir yah,, iyah pelan2 yah,, soalnya krn bebenroannya udah laa, jadi hrs diinget2 lagi wkwkwkwkwk ^.~ have fun dear touring ke Bandungnya. Ahhaaaa, bisa dimulai tuh blogging jadi topik pertama.

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Promo untuk Anda