Wednesday, 15 April 2015

Buku "50 Kreasi Bento Rumahan" untuk Atiqah Hasiholan


"Kak, nanti kalo buku bentonya sudah terbit, Fifi minta satu yah! 
Mau dikasih ke Kak Atiqah, dia kepingin tau." Kata Fifi, sepupu saya.

What? Kaget saya! Kenapa saya kaget? Karena Kak Atiqah yang dimaksud Fifi adalah Atiqah Hasiholan, aktris terkenal yang filmnya bergantian tayang di bioskop. Film Pintu Terlarang, Arisan 2, Java Heat, Jamila dan Sang presiden, La Tahzan, Hello Good Bye adalah sederet film yang pernah dibintanginya. Film terbaru yang baru tayang seperti 3 Nafas Likas dan 2014. Lalu yang akan tayang besok 16 April 2015 nanti adalah Bulan Di Atas Kuburan dan disusul Cinta Selamanya. Nah, Fifi ini ngefans berat sama Mbak Atiqah, dan sudah beberapa kali bertemu langsung plus ngobrol-ngobrol.

Seminggu menjelang Premier film terbaru Mbak Atiqah yang berjudul Bulan Di Atas Kuburan, Fifi menghubungi saya untuk bisa meluangkan waktu datang di acara Premier Film tersebut. Tujuannya untuk bisa bertemu dengan Mbak Atiqah dan memberikan buku bento ini secara langsung seperti permintaan Mbak Atiqah. Jangan dikirim, jangan dititip ke managemen, harus datang dan bertemu langsung. Sebenarnya, dari acara premier film 2014 dan Love n Faith, Fifi ngebet mengajak saya untuk ketemu Mbak Atiqah, tapi waktu premier tersebut yang tidak pernah match dengan saya. Datang ke premier film di malam hari dengan kondisi tiga anak yang menempel seperti perangko, salah satu bayi pula, bagaimana caranya? Akhirnya setelah berdiskusi dengan Pak Suami, akhirnya beliau bersedia ikutan mengantar kami ke premier Film Bulan Di Atas Kuburan, dan menjaga anak-anak sementara saya sibuk wara-wiri nanti.


Sabtu sore, 11 April 2015 akhirnya kami meluncur menuju Plaza Epicentrum, tempat dimana premier film Bulan Di Atas Kuburan berlangsung. Menuju XXI dan menanti Mbak Atiqah datang. Saya tau betul gimana sibuknya para aktris ini di acara premier film mereka. Jadi yah harus bersabar untuk bisa dapetin waktu yang pas untuk melipir secara pribadi ke Mbak Atiqah. Selepas saya sholat maghrib, muncullah Mbak Atiqah bersama Mas Rio Dewanto. Duh cantiknya! Memakai gaun berwarna kuning bergradasi putih, Mbak Atiqah makin menclang diantara para undangan. Fifi bilang, Mbak Atiqah sudah tahu kalau kita akhirnya datang. Tadi saat saya sholat maghrib, Fifi sempat bicara sebentar dengan Mbak Atiqah. Senang sekaligus minder. Hαhaha minder penampilan saya yang mentang-mentang sedang promosi buku jadi cuma memakai kulot dan kaos promosi plus cardigan hitam. Sedangkan Mbak Atiqah bergaun dan ber-high heels pula.

Fifi

Oo ya, saat menunggu Pak Suami yang sholat maghrib, saya diajak Fifi untuk menghampiri Tante Ratna Sarumpaet. Akhirnya saya berkesempatan untuk berkenalan dan memberikan satu buku bento saya untuk beliau. Setelah memperkenalkan diri siapa kami, terutama saya yang belum pernah bertemu sama sekali (kalau Fifi, ini pertemuan kedua). Tante Ratna menyambut ramah dan hangat, sambil melihat cover buku saya yang dia pegang, beliau berujar,

"Ini semua kamu yang bikin? kamu ibu yang rajin sekali ! Buku ini aku baca dulu yah, nanti jika sudah selesai, insya Allah aku promo di twitter dan Facebook. Terima kasih yah!"

Alhamdulillah. Kita berdua sampai terpana.


Kami menunggu di tempat duduk menuju lorong ruang make-up para pemain. Tujuannya biar tau kapan Mbak Atiqah mulai punya waktu senggang disela-sela meet n greet para  undangan. Tempatnya agak sepi, setidaknya aman juga buat saya untuk menyusui Baby Kahfi. Sepupu saya, Bismi, yang juga membawa bayi, ikut  aman berada disitu. Tiba-tiba, Mbak Atiqah dan Mas Rio lewat, dan menghampiri kami. Dia melihat kami semua, ada anak-anak dan bayi-bayi. Posisi yang 'ngga' banget deh saat itu, saya canggung karena sedang menyusui Kahfi.



Mbak Atiqah bertanya ke Fifi 

"Fifi, kamu nonton premier yang jam brp?" 

 "Aku ga mau nonton Kak, aku cuma mau ngasih buku bento"

"Yah, kamu nonton yah, mau yah"

Lalu pandangannya beralih ke saya

"Ikutan nonton dulu yah Mbak! Mau yah!". 

Saya bingung mau jawab apa, asli posisi masih menyusui ini beneran membuat canggung (hahahaha tidak terbayang tampang saya seperti apa, ada Mas Rio pula).

"Kamu punya tiket Fi?"

"Nggak Kak, kami kesini kan cuma mau kasih buku bento aja kok!" 

"Kamu harus nonton Fi!"
 "Eh Yang, kamu masih punya tiket ga?"

Sigap Mbak Atiqah bertanya ke Mas Rio yang dijawab dengan gelengan kepala.

"Fifi, nanti aku kasih tiketnya yah! Kamu nonton yah! nanti aku juga nonton kok yang jam 20.00 wib, nanti bareng yah! Aku greetings dulu, nanti aku kesini lagi"

Akhirnya Mbak Atiqah pamit pergi untuk ke panggung dan menyapa para undangan. Tinggal saya, Bismi dan Fifi yang langsung ketawa-tawa ngebayangin culunnya kami terutama para busui ini tadi.

Kami masih menunggu di tempat yang sama, karena tempat itu satu-satunya yang paling aman untuk para bayi ini dibanding tempat lain yang hiruk pikuk. Ada Om Garin Nugroho, akhirnya sayapun memberikan buku bento saya untuknya. Ada Om Tio Pakusadewo, saya hanya sempat foto dan bercanda sebentar karena Om Tio mengelus kepala Kahfi sambil berucap "Tadi Om bercanda yah Nak, kalau sudah besar jangan jd ISIS yah!" Hahahahaha ada Om Andre Hehanusa, Surya Saputra, Arswendo (pemeran abah di Keluarga Cemara), dan Om Arthur Tobing (pemeran bapaknya Aldo di sinetron Cinta Fitri).

Bersama Om Tio Pakusadewo

Untuk ketiga kalinya Mbak Atiqah lewat dan menghampiri kami, kali ini selain bareng dengan Mas Rio, ada Mas Adik juga (manager) yang langsung memberikan undangan premiere untuk kami sambil memastikan berapa undangan yang kami butuhkan supaya kami semua bisa ikut masuk studio. Lagi-lagi dia meyakinkan kalau kita harus nonton. Saya memberanikan diri bertanya apakah Mbak Atiqah berada disini hingga semua pemutaran film selesai? dengan yakin Mbak Atiqah menjawab " Iya dong, sampai selesai!"

Saat Fifi menukarkan undangan premiere dengan  tiket, panitia bagian penukaran tiket bertanya dari mana asal undangan itu Fifi peroleh. Fifi sempat bingung harus menjawab apa. Setelah menjawab asal undangan itu dari Mbak Atiqah,  mereka memberitahukan seat dimana kami akan duduk. Di row C, sebaris dengan Mbak Atiqah, untuk premier film yang tayang jam 21.00 wib. Fifi bilang, waktu premier filmnya Mas Rio Dewanto yang berjudul Love n Faith, dia duduk bersebelahan juga dengan Mbak Atiqah dan Mas Rio sehingga dia bisa ngobrol dengan leluasa. Siapa tau kali ini kami juga bisa duduk bersebelahan sambil mengobrol tentang bento. *ngarep banget yah saya.

Kami menikmati jamuan makan malam. Ada lontong khas medan. Tak heran para undangan memang mayoritas orang batak karena tema film ini juga film batak. Mencicipi lontong Medan, sejenak bisa mengobati rasa kangen saya tentang Kota Medan dan Pematang Siantar.

Semakin malam, suasana semakin ramai. Waktu sudah menunjukkan hampir jam 21.00 wib, tapi belum ada tanda-tanda pintu theater 1 akan dibuka. Saya mulai galau. Akhirnya atas inisiatif Fifi, kami mencari Mbak Atiqah hanya untuk sekedar menyelesaikan tujuan kami, yaitu memberikan buku bento ini untuknya. Dari panitia akhirnya kami tau kalau Mbak Atiqah dan para aktor yang lain sedang berada di lounge VIP. Alhamdulillah, saya singkirkan rasa sungkan saat ditanya oleh penjaga lounge dan akhirnya kami diperbolehkan masuk. Sambil menggendong Baby Kahfi, kami menghampiri meja Mbak Atiqah yang sedang duduk bersama Mas Rio, Tante Ratna Sarumpaet dll.

 "Mbak Atiqah, boleh minta waktunya sebentar saja!" 

Saya menyapa Mbak Atiqah, dan seketika dia menoleh, langsung berdiri dan bilang,

 "Boleh, boleh dong! Aduh saya juga tadi kepikiran, sudah malam kasian adik bayi!" 

Mbak Atiqah  mengajak kami duduk di meja terdekat. 

"Iya Mbak Atiqah, saya mohon maaf terlebih dulu akhirnya harus menyusul kesini. Khawatir sudah terlalu malam, takutnya buku bento ini tidak sempat saya berikan ke Mbak Atiqah kalau harus menunggu pemutaran filmnya selesai."

Saya serahkan goodie bag berisi buku, dll. 

"Oo, iya gapapa, saya malah seneng jadi bisa ngobrol disini" 

Diterimanya goodie bag,  dibuka dan dilihatlah buku saya.

 " Terima kasih yaaaah ! Duh lucunyaaaaaaa, gimana buatnya?"  

Saya mengeluarkan isi goodie bag lainnya. Saya keluarkan puncher, saya jelaskan kegunaannya sekaligus bagaimana cara pemakaiannya. Mbak Atiqah menyimak dengan seksama.

"Norinya gak sekalian dibelikan buat aku?  biar aku ga salah beli?" 

Kami berdua tertawa, itu saat saya memberitahu agar Mbak Atiqah tidak salah membeli jenis nori. 


Tak berapa lama datang Ibu Dayu Wijanto dan Mbak Mentari yang cantik duduk disebelah kursi kami. Saya baru menyadari kalau ternyata mereka adalah pemain lain dalam film Bulan Di Atas Kuburan. Mbak Atiqah langsung menunjukkan buku saya kepada Ibu Dayu  dan memberitahukan kalau sayalah penulisnya. Ibu Dayu ingin membeli buku saya untuk cucunya dan dengan ikhlas saya berikan secara gratis. Obrolan mengalir diselingi dengan canda tawa plus protesnya Mbak Atiqah saat saya memanggilnya Tante. 


Kahfi yang semula rewel karena mulai mengantuk saat menunggu tadi, mulai segar dan ceria saat bertemu dengan Mbak Atiqah. Di pegang dan dibanting-bantingnyanya clutch ber-blink-blink keemasan yang disodorkan Mbak Atiqah untuk menarik perhatian Kahfi. Alhamdulillah. Selama kami mengobrol, Kahfi bener-bener enjoy dan bisa diajak kerja sama. Hal itu karena pinternya Mbak Atiqah yang cantik menggoda dan mencuri perhatian Kahfi. Saya tau, Fifi sangat bahagia begitu Mbak Atiqah memberikan nomor handphone pribadinya tanpa diminta saat kami sedang membahas tentang cafe 'All Good'nya Mas Rio dan proyek promosi buku bento saya yang masih berjalan. Yakin, Fifi bakalan tidak berhenti mengoceh karena kejadian ini nanti di mobil saat perjalanan pulang.


 "Jadi Fifi dan Mbak Fitri, tetap mau nonton atau gimana?"  

Mbak Atiqah bertanyakepada kami. Diluar sudah tampak sepi, para undangan yang tadi penuh berdiri antri disamping lounge sudah masuk ke studio 2. Saat yang bersamaan panitia meminta Mbak Atiqah dan para pemain untuk greetings di studio 2. 

"Masih liat kondisi Mbak, kalau Kahfi masih bisa diajak kerja sama, mungkin kami nonton, tapi sekiranya tidak bisa, gapapa yah Mbak, kami sekalian pamit sekarang" 

"Paling nanti masuk ikut nonton sebentar, Kak!" 

Fifi menambahkan setelah saya menjawab pertanyaan Mbak Atiqah. 

Kami bersalaman dan cipika cipiki. Saya mengucapkan terima kasih dan sukses untuk filmnya ke Mbak Atiqah, kami resmi berpisah. Mbak Atiqah dan para pemain masuk ke dalam studio 2. 

video

Saat kami kembali ke 'basecamp menyusui', Ternyata antrian studio 1 masih panjang. Pintu studio belum dibuka. Saya kembali duduk di tempat kami tadi dan bercerita ke Pak Suami dan Bismi kalau misi sudah selesai. Kami  menunggu sekitar 5-10 menit. Saat itu posisi Mbak Atiqah masih greetings di studio 2. Pintu studio 1 belum  juga dibuka. Kata Fifi, Mbak Atiqah nonton dengan kita di studio 1. Kahfi mulai resah. Karena dirasakan  kondisi sudah tidak memungkinkan dan terlalu malam, akhirnya kami memutuskan untuk tidak ikut menonton dan meninggalkan XXI. 

Special thankz to :

Mbak Atiqah Hasiholan, yang sudah berkenan untuk bertemu dan menerima buku 50 Kreasi Bento Rumahan. Sukses Yah, Mbak untuk film barunya. Kami doakan semoga lekas memiliki momongan. Aamiin Yaa Robal'alaamiin.

Mas Rio Dewanto
Ummi Ratna Sarumpaet 
Om Tio Pakusadewo
Om Garin Nugroho
Ibu Dayu Wijanto
Mbak Mentari
Mas Adik/Manager Mbak Atiqah
Seluruh Crew Fiml Bulan Di Atas Kuburan

14 comments:

  1. Keren, Umi 3K. Itu Atiqah orangnya humble banget, ya. Sukses buat buku bentonya. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasiy Bude Haya, iyah .. Mbak Atiqah emang humble banget, murah senyum pula. adeeem dan seneng ngeliatnya, aamiin yra ^^

      Delete
  2. Huaaaa asyiknyaaa bisa ketemu artis, kenalan, sambil ngobrol2. Mana baik ya Mbak Atiqah-nya. :)))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baik banget Mak Isti ^^ Baby Kahfi aja yang tadinya ngambek uring-uringan karena ngantuk jadi seger lagi tadi ^^

      Delete
  3. Ayaya.. Pasti seneng banget, Mak, itu bukunya sudah sampai di Mbak Atiqah :)
    Cerita juga lucu ah, apalagi yg bagian menyusui itu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah Mak Ria Rochma... seneng banget apalagi Mbak Atiqahnya ramah dan baik sekali. Mudah2an beliau ga kapok ktemu saya :)
      Iya.. itu pas menyusui beneran deh pingin kurupan pake apron biar ga keliatan.. scr Mbak Atiqah dan Mas Rio mungkin heran "ini emak2 dan bayi2 berjejer menyusui disini" wkwkkwkwk

      Delete
  4. Aku jg suka ama mba Atiqah ini... :) mukanya itu, enak bgt dliat...

    Ttg bukumu, aku jd pgn cari di toko buku mba... udh dijual kan? anakku bntr lg udh sekolah TK..jd buku bgini pasti berguna utk bikin bekal dia :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak fanny.. mbak atiqah baik dan cantik luar dlm.. aku aja smp terpana.. auranya itu lho, terpancar..
      Tentang buku, sudah tersedia di toko buku spt gramedia dan gunung agung mbak.. kl tidak ada dijejeran buku, bisa menghubungi pegawai toko bukunya untuk tau kondisi stock. Soalnya kmrn temen afa yg cari2 ternyata yg di display habis, bgitu menghubungi pegawainya msh ada di gudang dan br kedisplay ulang. Bisa juga kl mau order lgs ke saya dgn harga yg sama bisa sekalian sedekah 10% dari hrg bukunya mbak Fanny.. makasiy mbak sudah berkenan mampir.

      Delete
  5. Replies
    1. Cantik rupanya dan cantik juga hatinya....

      Delete
    2. Cantik rupanya dan cantik juga hatinya....

      Delete
  6. wihh itu yang pake baju kuning sapa makk??

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Promo untuk Anda