Monday, 21 October 2013

GIANT PANDA Bento # 42


Senin, 21 Oktober 2013

Terlewati 2 moments special sekaligus. Selasa, tanggal 15 Oktober adalah hari ulang tahun Kak Khalila yang ke-6 dan 4 hari berselang setelahnya, sabtu tanggal 19 Oktober adalah hari ulang tahun Adek Kamila yang ke-3. Ummi dan Abi selalu mendoakan kalian berdua, tumbuh menjadi anak yang sehat sempurna, menjadi anak sholihah, qurrotaa'yun dan berakhlaqul karimah. Aamiin yaa Robbal'alamiin

Hampir 1 minggu, blog ini tidak ter-update karena keasyikan libur Idul Adha, ditambah kondisi  Blekberi yang sejak hari jumat lalu mati suri, membuat si Ummi makin males update blog. Dan hari ini, setelah banyak kejadian rusuh akibat si Blekberi mati suri, mau ga mau Daku harus bergerak berupaya menyadarkan Blekberi ini sekaligus mulai bergeliat lagi dengan bekal sekolah Kamila.



Si Ummi, harusnya menepati janji kepada emaks blogger, untuk membuat bekal yang tanpa menggunakan 'Mpok' Nori sama sekali karena sebagian daerah tempat tinggal mereka, masih sulit untuk mendapatkan nori. Tapi apa daya janji itu belum bisa ditepati karena bahan perangnya belum ada. Seperti saus tomat atau selai stroberi yang bisa dipakai untuk membuat mulut. Wortel, buncis atau kacang polong, untuk membuat matanya.

Terinspirasi table mate bergambar mirip daun bambu muda yang Daku punya, namun jarang sekali dipakai untuk alas background foto makanan, padahal saat Event INA Craft 2013 kemarin dibeli untuk property motret, akhirnya jadi kepikiran untuk membuat panda lagi, dengan versi beda dari Kung Po Panda sebelumnya. Kayanya bakalan cocok kalo bekalnya Kamila nasi berbentuk panda, dengan table mate ini sebagai alas potretnya.


Nasi putih dikepal dengan kepalan bulat pipih. Kepalan nasi pertama lebih banyak porsinya untuk kita jadikan badan si panda, lalu tempelkan guntingan nori secara vertikal sebelum ditumpuk dengan kepalan nasi putih yang lebih kecil. Detail dengan nori yang sudah kita puncher atau gunting untuk mata, hidung,mulut dan telinga. 
Lauknya tadi pagi daku membuat oseng-oseng kol dengan tambahan telur kocok lalu diorak-arik. Bumbunya cukup duo bawang, sedikit garam. Tambahan chicken nugget dan buah anggur.

Sebentar, penampakan seladanya kok 'loyo' yah? itulah kesalahan daku tadi, saking tidak sabarnya karena pingin buru-buru beres, akhirnya chicken nuggetnya, begitu diangkat dari penggorengan, ditiriskan, langsung ditata dalam lunch boxnya. Dan, tidak berapa lama, langsung terkulai lemaslah daun seladanya terkena panas dari si chicken nugget.


Si Blekberi mati suri, memang mengakibatkan beberapa kerusuhan hariku tadi. Pertama, susahnya buat janjian dengan Mama Nikita buat konsolidasi menu dan snack field trip kelas PG yang semula akan dilaksanakan jumat (25/10), karena semua kontak nomor telpon tersimpan semua di Blekberi. Syukur alhamdulillah, akhirnya daku ketemu dengan Mama Nikita di Warung Eteh, dan akhirnya kami jadi belanja keperluan packaging snack yang semula berisi spaghetti (ditempatkan dalam gelas tertutup  dan garpu, lalu metode makannya nanti seperti makan pop mie), muffin coklat, puding dan susu. Namun, begitu kami tiba di sekolah untuk menjemput Kamila dan Nikita, semua berubah.karena berangkatnya bukan hari jumat, melainkan rabu, 2 hari lagi.. Hiyaaaaaaah!!! daku baru tau berubah harinya*memandang miris gelas tutup dll yang sudah terlanjur dibeli. Huaaahuaaaahuaaaa :'(

Kedua, Si Ummi baru inget kalau makan siang Kakak Khalila itu belum diantar saat jam menunjukkan nyaris 12.30 wib. Selama ini, kalau tidak catering, makan siang Kakak sudah duduk manis jam 11.30 wib karena jam segitu itulah saatnya ishoma. Teringatnya pun saat si Ummi sendiri sedang menyuap nasi makan siang di meja makan. Suapan pertama masih tenang, suapan kedua mulai berasa ada yang aneh, suapan ketiga langsug kebayang Kak Khalila makan siang pakai apa yah menu cateringnya. Dan, Astaghfirullah, Ummi belum sempet order catering ke Mama Akmal buat Khalila hari ini. Hadeh, langsung ke kamar, cari blekberi mau hubungi Mama Akmal, semoga masih ada stok porsian catering yang nganggur, dan oh no! blekberinya khan mati suri. Astaghfirullah, langsung menyudahi makan siangku, langsung terasa kenyang rasanya, cepet-cepet ngambil lunch box Khalila, isi nasi dan lauk pauknya, daku bergegas berlari sekencang-kencangnya ditengah hari bolong. Kamila yang lagi bobo siang, langsung kutitipkan ke Nenek Tukey.  Siang-siang, lari sprint begini bener-bener jadi cara membakar lemak yang paling efisien. Tiba di sekolah, alhamdulillah, Khalila dan teman-teman masih sholat zhuhur berjama'ah. Artinya, daku masih keburu mengantarkan makan siangnya. Duh, kebayang begitu tiba saat makan, semua teman-teman Khalila sudah siap menyantap hidangan makan siang masing-masing, Khalila masih bengong-bengong tidak ada menu makan siang yang dia makan. Ummi macam apa Daku ini, kalau bayangan itu bener-bener sampai kejadian.

Akhirnya, dari sekolah Khalila, Ummi langsung memutuskan untuk membawa si Blekberi ini masuk ICU alias ke Toko Teratai milik Afun, sahabatku, di PGC. Hampir 3 jam daku disana hingga akhirnya Blekberiku siuman. Semula untuk menyelamatkan kontak no telpon dan pin yang tersimpan disitu, lalu niat berpaling ke Blekberi Abi yang nganggur. Ternyata Blekberiku siuman dengan kondisi balik seperti dulu hanya harus ku leave groupku yang semula 23 menjadi 5 saja. Dan, Kerusuhan ketiga langsung mrnyusul begitu si Blekberry bunyi sms masuk, sms dari Miss Amel "Assalamu'alaikum Mam, hari ini kelas menari ditiadakan, jadi Khalila pulang seperti biasa." Whaaaaats??? berarti Khalila pulang jam 14.00 wib, kulirik jam dinding di toko Afun, nyaris jam 15.00 wib. Langsung pamit dan mengucapkan terima kasih untuk 'pengobatannya' ke si Afun, daku langsung priwitin abang ojek buat menjemput Khalila yang sudah telat 1 jam menunggu di sekolah.

Maafin Ummi yah, Kak!


4 comments:

  1. susah memang ya mak, kalau ponsel kita mati suri begitu. apalagi kalau ponsel itu sudah jadi 'tempat simpan jadwal' sehari-hari :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Mak Rochma, bener banget, sampe blunder daku 2 hari ini. Berasa bener smua ke simpen disitu tanpa ada catatan di buku. soalnya. Kalaupun nanti ini ponsel udah harus 'dimusiumkan', setidaknya kontak dan note terselamatkan. Makasih yah Mak sudah mampir ^^

      Delete
  2. hp emang udah jd kebutuhan sehari2. Kalau saya ada 2, 1 khusus utk internet dan 1 lg khusus nelpon dn sms. Hp murah meriah. Nokia yg hrgnya 150rb. Tapi bandel dn tahan banting. Insya Allah. Salam kenal -salma-

    ReplyDelete
  3. betul sekali Mba Salma,, itulah karena daku maunya semua bisa dilakukan dan disimpan dalam satu handphone karena tidak mau ribet pegang 2 handphone, akhirnya malah ribet sendiri saat rusak. Salam kenal juga yah Mbak Salma ^^ makasih sudah mampir ^^

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Promo untuk Anda