Friday, 15 September 2017

Bunny Bento


Assalamualaikum, Bentoers!

Saat saya memotret penampakan bento ini, saya baru sadar kalau bento bunny ini jadi terlihat girlie untuk bekal Kahfi.  Hahahaha gak apalah, yang penting masih terlihat lucu dan tak ada komplain sama sekali dari Kahfi. 2 bekal kakak yang lain berbahan dasar mie goreng dengan telor ceplok putih yang saya bentuk beruang seperti bekal Kahfi beberapa waktu lalu.

Kelinci dalam bento ini terbuat dari telur rebus dan keju cheddar lembaran yang saya cut dengan menggunakan vegetable or cheese cutter. Begitupun untuk bunga wortelnya. Cutter ini juga masuk hitungan tools wajib yang harus Bentoers pemula miliki selain puncher. Sisanya, kalau sudah ikutan workshop tidak perlu tools lainnya yah.

Sebetulnya, bekal ini adalah bekal hari kamis kemarin. Namun, saya baru dapat mempostingnya pagi ini. Kemarin, nyaris seharian saya berada di luar rumah. Sepulang Kahfi sekolah, saya menuju Pejaten untuk diskusi dengan toko kaca jendela rumah mengenai bentuk kaca yang saya inginkan dan ternyata mereka tetap tidak bisa membuat kaca yang saya maksud. Pulang selepas zhuhur langsung menuju Kemayoran untuk menjenguk sepupu ayah saya yang sedang sakit. Pulangnya lanjut ke Rawamangun hunting bunga Asoka untuk halaman depan rumah baru yang belum juga selesai. Macet luar biasa selama perjalanan, membuat setibanya saya di rumah seperti sudah kehabisan energi.

Dan hari ini, para kakaks tak satupun membawa bekal snack time. Karena Jumat adalah market day di sekolah. Hari ini anak-anak boleh melakukan transaksi jual beli homemade produk yang orang tua buat. Ada popcorn, es mambo, es cream, yoghurt, dimsum, roti, pisang bakar dll.  Setiap Jumat mereka praktek tentang entrepreneurship. Dan setiap Jumat juga menjadi hari jajan di sekolah dan di hari itu saya memberi uang saku yang tidak boleh melebihi Rp.10.000,-. Di sekolah anak-anak ini mewajibkan membawa bekal dari rumah. Tidak ada kantin di sekolah yang mencegah anak untuk jajan dan mendukung program go green dengan mengurangi sampah kemasan jajanan di sekolah.


No comments:

Post a comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...